Seniman Mai Tuyet Hoa (lahir 1976) dikenal sebagai penerus menonjol dari almarhumah penyanyi Xẩm, Hà Thị Cầu, yang kerap disebut sebagai “harta karun manusia hidup”. Saat ini, ia menjabat Direktur Pusat Penelitian, Pelestarian, dan Promosi Musik Tradisional, sekaligus menjadi salah satu figur kunci dalam grup Xẩm Hà Thành.
Meski kerap dianggap telah akrab dengan Xẩm sejak kecil, hubungan Tuyet Hoa dengan genre musik rakyat tradisional Vietnam itu bermula dari sebuah kebetulan. Pada usia delapan tahun, ia dibimbing ayahnya mempelajari đàn nhị, biola dua senar yang kemudian ia tekuni hingga jenjang universitas di Konservatorium Musik Hanoi (kini Akademi Musik Nasional Vietnam).
Baru pada 1996, ketika bekerja sama dengan Institut Musik untuk memisahkan lirik, mentranskripsikan musik, serta merekam materi musik kuno dari berbagai perjalanan lapangan, ia mendengar suara Hà Thị Cầu. Pengalaman itu membuatnya jatuh hati pada lirik dan melodi Xẩm yang ia anggap nyata dan menyentuh. Namun, ketertarikan itu sekaligus diiringi kegelisahan karena ia melihat Xẩm terancam punah akibat kesenjangan besar, baik dari sisi jumlah praktisi maupun bahan penelitian.
Pada 1998, Tuyet Hoa mulai mendalami nyanyian Xẩm. Ia mengambil gelar tambahan di bidang teori dan kritik musik dan memilih Xẩm sebagai topik penelitiannya. Sejak 2000, setiap kali memiliki waktu, ia kembali ke Ninh Binh untuk bertemu langsung dengan Hà Thị Cầu. Dalam setiap kunjungan, ia tinggal selama sepekan untuk menyimak ritme, pengucapan, dan cara penyampaian bait-bait Xẩm.
Ia masih mengingat pertemuan terakhirnya dengan Hà Thị Cầu, yang ia panggil “Bibi Cầu”. Saat itu, sang maestro menggenggam tangannya dan berpesan agar ia berusaha sebaik mungkin melestarikan warisan leluhur. Pesan tersebut, menurut Tuyet Hoa, terus menjadi penguat langkahnya.
Untuk memperdalam pemahaman, ia juga mencari rekaman audio dan video lama para seniman Xẩm terdahulu. Di saat yang sama, ia belajar dari sejumlah peneliti dan musisi, antara lain Dang Hoanh Loan, Hanh Nhan, Seniman Rakyat Xuan Hoach, Seniman Berjasa Van Ty, serta musisi Thao Giang. Dari proses panjang itu, gaya bernyanyi Xẩm khas yang ia sebut sebagai gaya Mai Tuyet Hoa perlahan terbentuk, ditopang fondasi pelatihan sistematisnya pada đàn nhị.
Selain menyempurnakan teknik vokal, Tuyet Hoa menekuni kerja dokumentasi, pemulihan, dan penyusunan pengetahuan mengenai Xẩm. Pada 2005, bersama Profesor Pham Minh Khang, musisi Thao Giang dan Quang Long, serta Seniman Rakyat Thanh Ngoan, ia mendirikan Pusat Pengembangan Seni Musik Vietnam di bawah naungan Asosiasi Musisi Vietnam. Mereka melakukan perjalanan ke berbagai wilayah pedesaan untuk meneliti ragam gaya Xẩm dan menghidupkan kembali melodi yang dianggap telah hilang. Tuyet Hoa menggambarkan kerja tersebut seperti menambang bijih: mengumpulkan sedikit demi sedikit untuk membentuk gambaran Xẩm yang lebih utuh.
Setelah mengumpulkan modal pengetahuan dan materi yang memadai, ia dan rekan-rekannya berupaya membawa Xẩm lebih dekat ke kehidupan sehari-hari. Mereka mendorong pihak berwenang agar mengizinkan pertunjukan rutin di beberapa ruang publik di kawasan Kota Tua Hanoi. Pada 2009, Tuyet Hoa bekerja sama dengan musisi Nguyen Quang Long mendirikan grup Xẩm Hà Thành.
Kelompok ini menggelar pertunjukan rutin pada malam akhir pekan di depan Kuil Raja Le. Mereka juga berkolaborasi dengan para peneliti untuk memulihkan sejumlah melodi Xẩm kuno, seperti Xẩm Anh Khoa, Xẩm Phồn Huê, Quyet Chi Tu Than, serta melodi Xẩm Tàu Điện yang khas dari Hanoi.
Dalam perjalanan memperluas jangkauan Xẩm, Tuyet Hoa disebut sebagai orang pertama yang membawakan lagu rakyat “Tram Xẩm”, dengan melodi yang dinilai membantu memperpanjang ingatan tentang Hanoi tempo dulu. Ia berpendapat bahwa untuk mendekatkan Xẩm kepada publik masa kini, terutama generasi muda, Xẩm tidak bisa terpaku sepenuhnya pada hal-hal yang hanya terkait masa lalu. Karena itu, Xẩm Hà Thành kerap menggubah lagu yang mencerminkan kehidupan kontemporer, seperti “Teh Xẩm”, “Empat Musim Bunga Hanoi”, dan “Empat Cita Rasa Hanoi”, serta karya yang memadukan Xẩm dengan unsur seni modern seperti rap, beatbox, dan hip hop.
Upaya tersebut turut membawa Xẩm tampil di panggung bergengsi, termasuk di Gedung Opera Hanoi. Tuyet Hoa juga memprakarsai festival nyanyian Xẩm pertama yang diselenggarakan di Ninh Binh pada 2019, serta berkontribusi dalam pelatihan dan pengajaran bagi generasi seniman berikutnya.
Mengenang sekitar 30 tahun perjalanannya bersama Xẩm, yang ia gambarkan penuh kesulitan dan rintangan, Tuyet Hoa mengaku terharu dan bangga dapat ikut menyelamatkan Xẩm dari ambang kepunahan. Ia menilai gaung Xẩm kini semakin luas, termasuk dengan lahirnya klub-klub Xẩm. Namun, menurutnya, kebangkitan yang berkelanjutan tetap membutuhkan keterlibatan lembaga pengelola budaya melalui kebijakan khusus. Bersama rekan-rekannya, ia juga terus mengupayakan penyusunan buku teks yang dapat diperkenalkan ke sekolah-sekolah musik di seluruh negeri agar Xẩm diwariskan secara sistematis dan menjadi bagian yang bertahan dalam musik kontemporer.

