Program musik bertema “tanah” mengangkat kisah tentang alam, kehidupan, serta hubungan yang dianggap abadi antara manusia dan asal-usulnya. Tahun ini, rangkaian “konser sejati” memilih tema “Cinta untuk Tanah” sebagai kelanjutan perjalanan artistik yang sebelumnya dimulai pada 2019 dengan tema “Air” dan berlanjut pada 2021 melalui “Suara Alam.” Dalam pementasan ini, tanah diposisikan bukan sekadar tempat berpijak, melainkan fondasi sunyi yang memelihara dan melindungi kehidupan lintas generasi.
Berbeda dari struktur konser pada umumnya, “Love for the Land” dirancang sebagai perjalanan emosional berkelanjutan selama 90 menit dalam lima bab: “Ladang,” “Bunga dan Buah,” “Air,” “Hutan,” dan “Cinta untuk Tanah.” Kelima bab itu disambungkan secara mulus melalui musik, pencahayaan, citra panggung, dan gerak tubuh, membentuk alur dari tanah menuju tanaman, sungai, hingga hutan hijau, sebelum ditutup dengan ungkapan syukur kepada asal muasal.
Sentuhan pengarahan tim kreatif tampak sepanjang pertunjukan, dengan keterlibatan Direktur Jenderal Cao Trung Hieu, Direktur Musik Thanh Phuong, dan koreografer Tan Loc. Musik menjadi penggerak utama emosi, sementara sistem visual dan pencahayaan membangun ruang panggung yang kaya dan berlapis. Tarian tidak ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan bagian integral dari penceritaan yang menambah kedalaman pada setiap penampilan.
Salah satu daya tarik program ini adalah keterlibatan banyak musisi dari berbagai generasi dan gaya, di antaranya Bao Yen, Phan Manh Quynh, Thuy Chi, Nguyen Hung, grup Oplus, Ha An Huy, PiaLinh, dan Marzuz. Perpaduan lintas generasi tersebut menghadirkan ruang musik yang beragam, namun tetap terikat oleh semangat besar pertunjukan.
Pertunjukan dibuka dengan bab “Ladang,” yang merekonstruksi ritme kehidupan pedesaan melalui gambaran tetesan embun, helai rumput, dan kerja pagi hari. Latar ladang Nghia Dan ditampilkan dengan nuansa yang akrab dan sederhana, membawa penonton pada ingatan tentang nilai-nilai kehidupan pertanian.
Momen yang menonjol hadir ketika 1.000 balon—yang melambangkan musim panen—dilemparkan ke dalam auditorium, mengubah ruang teater menjadi gambaran ladang buah yang berwarna-warni dan melimpah.
Dalam rangkaian bab tersebut, Phan Mạnh Quỳnh membawakan dua lagu, “Hoa mặt trời” (Bunga Matahari) dan “Từ đó” (Sejak Saat Itu), yang diaransemen ulang oleh musisi Thanh Phương sehingga terasa lebih lembut dan naratif.
Pada bagian “Air,” Marzuz menghadirkan lagu “Deep Water” karya Nguyen Xinh Xo. Bagian penutup penampilan ini memadukan segmen lagu rakyat, menghadirkan suasana emosional yang mendalam, kuat, dan bertahan lama. Sementara itu, kolaborasi Ha An Huy dan Thuy Chi melalui mashup “Sitting Leaning Against the Boat's Edge - The One Who Stays, The One Who Leaves” dibangun dengan nuansa puitis dan melamun, memadukan pengaruh musik rakyat dengan semangat kontemporer.
Segmen “Hutan” disebut sebagai salah satu bagian paling kaya emosi, menampilkan Nguyen Hung. Ia membawakan gabungan lagu “Di Hutan - Keajaiban - Lima Jari” secara sederhana, menyerupai dialog dengan alam dan perasaan batin.
Perjalanan kemudian ditutup dalam segmen “Cinta untuk Tanah Air,” ketika Bao Yen membawakan lagu “Cinta untuk Pohon dan Tanah Air.” Suara penyanyi senior itu memperdalam atmosfer panggung dan membangkitkan kenangan lintas generasi.
Malam tersebut diakhiri dengan paduan suara yang membawakan “Dan Bunga-Bunga Akan Mekar (Hana wa Saku)”, meninggalkan kesan tentang program yang diproduksi dengan cermat sekaligus mengingatkan hadirin pada keterhubungan mereka dengan alam, tanah, dan nilai-nilai perdamaian yang disebut telah diam-diam memelihara manusia dari hari ke hari.
Dengan konten emosional dan pementasan yang dirancang secara rinci, “True Concert 2026 - Love for the Land” diposisikan bukan hanya sebagai malam musik, tetapi juga perjalanan yang menghubungkan penonton dengan alam, memori budaya, dan ruang batin mereka. Konser ini juga disebut berkontribusi menghadirkan nilai artistik ke panggung Hanoi, sejalan dengan Resolusi 80-NQ/TW Politbiro terkait pengembangan budaya Vietnam.