Jakarta — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan Kementerian Kebudayaan siap mendukung upaya pemajuan kebudayaan, termasuk di bidang seni musik. Dukungan tersebut, menurut dia, sejalan dengan amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan yang mencakup seni, termasuk musik.
Pernyataan itu disampaikan Fadli dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, sekaligus dalam sambutannya pada Kongres Komposer Seluruh Indonesia. Ia menekankan musik memiliki peran strategis dalam pemajuan kebudayaan karena dekat dengan kehidupan masyarakat dan diapresiasi oleh banyak orang.
“Kita menyadari bahwa musik adalah bagian penting dalam kehidupan kita dan juga di dalam pemajuan kebudayaan mempunyai peran yang sangat strategis, karena hampir setiap orang mempunyai apresiasi terhadap musik. Jadi tentu kami sangat mendukung segala upaya untuk menciptakan ekosistem yang baik,” ujar Fadli.
Fadli menyinggung bahwa di sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Jepang, perdebatan terkait penciptaan musik telah selesai dibahas sejak puluhan tahun lalu, sementara di Indonesia isu serupa masih menjadi perbincangan hangat. Karena itu, ia menyebut Kementerian Kebudayaan bersiap memberikan usulan-usulan pada rancangan undang-undang Hak Cipta, antara lain agar komposer atau komponis setidaknya menjadi pemilik hak pertama atas lagu yang diciptakan.
Ia berharap langkah tersebut dapat mendukung ekosistem musik, terutama dalam memastikan pembagian yang adil bagi para pihak terkait, mulai dari pencipta, penyanyi, produser, label, hingga pihak lain yang terlibat.
Fadli juga menyampaikan harapannya untuk berkolaborasi, memperkuat koordinasi, serta mendengarkan argumentasi dari berbagai pihak guna menghadirkan solusi. Dari hasil kongres maupun diskusi grup, ia menyoroti perlunya manajemen kolektif untuk pertunjukan serta isu mengenai hak lisensi langsung yang menjadi hak pencipta lagu.
“Karena pada dasarnya pencipta lagu sebenarnya mempunyai hak sepenuhnya atas lagu-lagunya mau dinyanyikan oleh siapa, mau tidak dinyanyikan mau sendiri juga boleh,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fadli berharap kolaborasi serta masukan dari Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (Aksi) dapat membantu memajukan musik Indonesia dan meningkatkan kiprahnya di tingkat internasional, seperti gelombang Korean Wave atau K-Pop. Menurut dia, dengan ekosistem yang baik dan dukungan pasar domestik yang besar, musik Indonesia berpeluang berkembang lebih luas.
“Kita berharap musik Indonesia ke depan dengan nanti selesainya masalah ini dengan iklim ekosistem yang bagus, saya yakin bisa, karena jumlah penduduk kita ini sangat besar, jadi musik Indonesia ini bisa menjadi gelombang,” pungkasnya.

