Nama F4dli kian dikenal di industri musik digital setelah lagu Aku Dah Lupa viral sepanjang 2025. Di balik popularitas lagu tersebut, ada peran produser muda asal Singkawang, Kalimantan Barat, yang terlibat langsung dalam seluruh proses kreatifnya.
F4dli yang memiliki nama asli Fadli Hasan lahir di Singkawang pada 13 September 1996. Ia dikenal sebagai produser musik yang memulai perjalanan dari dunia konten remix, sebelum kemudian merilis karya original dan membangun identitas musiknya sendiri.
Dalam penggarapan Aku Dah Lupa, F4dli menyebut dirinya terlibat penuh sejak tahap awal. Ia mengerjakan pembuatan beat, penyusunan aransemen, penulisan lirik, hingga mixing dan mastering secara intens di studio pribadinya.
“Sebagai produser di balik Aku Dah Lupa, dari tahap awal, mulai dari pembuatan beat, menyusun aransemen, nulis lirik sampai tahap mixing dan mastering. Proses kreatifnya lebih ke eksplorasi sound, kayak ngikutin musik apa yang bagus dan viral gitu,” ujar F4dli.
Menurutnya, ide awal lagu berangkat dari curhat seorang teman yang kesulitan melupakan mantan. Dari cerita itu, F4dli mengembangkan konsep dengan pendekatan berbeda: move on dengan perasaan bahagia. Ia menulis lirik yang sederhana dan mudah diingat, dengan pesan bahwa meninggalkan mantan bisa menjadi sesuatu yang membebaskan.
“Aku bikin liriknya sederhana, mudah diingat dan mungkin beberapa orang juga pasti ngerasakan ninggalin mantan tu seharusnya happy,” lanjutnya.
Dari sisi aransemen, F4dli mengaku terinspirasi tren musik Tenxi, Naykila, dan Jemsi melalui lagu Garam dan Madu. Inspirasi itu kemudian ia olah menjadi warna tersendiri untuk Aku Dah Lupa.
F4dli juga memaparkan sejumlah faktor yang membuat lagu tersebut cepat viral dan diterima luas. Ia menyebut dukungan promosi dari Mikky dan Zia, serta peran label Sony Music Entertainment Indonesia sebagai salah satu kunci. Selain itu, tema yang dinilai dekat dengan pengalaman banyak orang dan waktu rilis yang bertepatan dengan tren konten galau turut mendorong popularitasnya.
“Kemudian, timing rilisnya pas dengan tren konten galau waktu itu,” kata F4dli.
Melihat karya yang ia garap menyebar luas di berbagai platform digital menjadi pengalaman emosional bagi F4dli. Ia mengaku senang sekaligus tidak menyangka proses yang bermula dari rumah bisa didengar banyak orang, serta merasa bangga karena karya dari Singkawang dapat menjangkau pendengar yang lebih luas.
“Senang banget dan nggak nyangka. Dari proses kecil di rumah bisa sampai didengar banyak orang. Bangga juga karena karya dari Singkawang bisa didengar,” ungkapnya.

