Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan dukungan pemerintah terhadap inisiatif Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) untuk menghidupkan ekosistem musik nasional yang berkelanjutan.
Dukungan itu disampaikan dalam pertemuan Fadli Zon dengan jajaran PAPPRI di Jakarta yang membahas penguatan musik sebagai salah satu pilar kebudayaan. Dalam kesempatan tersebut, Fadli menegaskan keterbukaan pemerintah untuk berkolaborasi dan mendukung agenda yang telah direncanakan, termasuk rangkaian peringatan Hari Musik Nasional.
Hari Musik Nasional diperingati setiap 9 Maret dan bertepatan dengan hari lahir Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Fadli menyebut peringatan tersebut sejalan dengan upaya memajukan musik Indonesia.
Fadli juga menyambut baik rencana pelaksanaan peringatan Hari Musik Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Maret di Banten serta kegiatan lanjutan pada 15 April di Taman Ismail Marzuki. Ia mendorong agar unsur musik dangdut dihadirkan dalam rangkaian perayaan sebagai representasi musik populer Indonesia.
Langkah tersebut disebut sejalan dengan proses pengusulan dangdut sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO yang tengah dipersiapkan bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI). Pertemuan itu juga membahas rencana peringatan Hari Musik Nasional 2026 yang akan digelar di sejumlah daerah dengan semangat kolaborasi dan penguatan kebudayaan nasional.
Dari pihak PAPPRI, Sekretaris Jenderal Dwiki Darmawan menegaskan komitmen organisasi dalam menjaga momentum kebudayaan melalui Hari Musik Nasional. Ia menyampaikan PAPPRI merupakan penggagas Hari Musik Nasional sejak 30 tahun lalu, tepatnya pada 27 Februari 1986, serta telah menjaga konsistensi peringatan tersebut selama lebih dari dua dekade hingga akhirnya ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013.
Dwiki menilai Hari Musik Nasional perlu terus dijaga sebagai momentum kebudayaan dan harapan bagi kekuatan musik nasional. Ia menyebut PAPPRI sebagai organisasi profesi merasa bertanggung jawab memastikan peringatan tersebut tidak terlewatkan dan tetap selaras dengan kebijakan kebudayaan nasional.
Pada tahun ini, PAPPRI merancang rangkaian peringatan yang disesuaikan dengan momentum Ramadhan, dengan puncak acara pada 9 Maret di Gedung Negara Serang, Banten. Kegiatan itu direncanakan melibatkan Dewan Pimpinan Daerah PAPPRI di seluruh Indonesia dan menampilkan talenta lokal bernuansa religius, seperti Terbang Gede, Genjring Zikir, Rudat, hingga shalawat.
Kementerian Kebudayaan menyatakan komitmen bersama PAPPRI untuk memperkuat musik sebagai pilar pemajuan kebudayaan nasional serta menjadikan Hari Musik Nasional sebagai momentum strategis merayakan keberagaman kreativitas dan identitas musik Indonesia.

