Puasa Rajab merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam saat memasuki bulan Rajab. Bulan ini termasuk satu dari empat bulan mulia (al-asyhurul hurum) dalam kalender Hijriah, bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Karena itu, awal Rajab kerap dimaknai sebagai momen untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk puasa.
Meski tidak bersifat wajib seperti puasa Ramadhan, puasa pada hari-hari tertentu di bulan Rajab dinilai memiliki keutamaan sebagai bagian dari persiapan spiritual.
Ketentuan niat puasa Rajab
Seperti ibadah lain, niat menjadi rukun utama dalam puasa Rajab. Berdasarkan penjelasan dari laman resmi Kementerian Agama dan Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas), niat puasa sunnah berbeda dengan puasa wajib terutama terkait batas waktu pelafalannya.
Niat puasa Rajab pada malam hari
Niat puasa Rajab dapat dilakukan sejak terbenamnya matahari hingga sebelum terbit fajar. Bacaan niat puasa Rajab adalah:
Nawaitu shauma syahri Rajaba sunnatan lillaahi ta'aala
Artinya: Saya berniat puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah Ta’ala.
Niat puasa Rajab pada siang hari
Jika lupa berniat pada malam hari, niat puasa Rajab masih diperbolehkan dilakukan pada siang hari dengan syarat belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Bacaan niat pada siang hari merujuk keterangan dari Baznas:
Artinya: Saya berniat puasa sunnah bulan Rajab hari ini karena Allah Ta’ala.
Puasa Rajab sekaligus qadha puasa Ramadhan
Bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, diperbolehkan melakukan qadha puasa sekaligus berpuasa di bulan Rajab. Namun, disebutkan bahwa mendahulukan kewajiban (qadha) lebih utama daripada mengejar puasa sunnah. Karena itu, niat utama diarahkan untuk qadha puasa Ramadhan.
Dalam praktiknya, orang yang berpuasa qadha pada bulan Rajab tetap mendapatkan pahala puasa qadha yang bersifat wajib sekaligus memperoleh keberkahan waktu di bulan Rajab. Hal ini kerap menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menuntaskan utang puasa sebelum memasuki Ramadhan berikutnya.
Niat qadha puasa Ramadhan sekaligus puasa sunnah Rajab
Bagi yang ingin mengganti utang puasa Ramadhan sekaligus menjalankan puasa Rajab, niat yang dapat dilafazkan adalah:
Artinya: Saya berniat puasa esok hari untuk mengganti kewajiban Ramadhan sekaligus sunnah Rajab karena Allah Ta‘ala.
Waktu pelaksanaan puasa Rajab
Tidak ada ketentuan jumlah hari khusus yang harus dipenuhi dalam puasa Rajab. Meski demikian, terdapat beberapa waktu yang kerap dipilih umat Islam, antara lain:
1) Awal bulan Rajab: puasa pada tanggal 1 hingga 10 Rajab.
2) Ayyamul Bidh: puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 Rajab.
3) Senin dan Kamis: menggabungkan puasa sunnah Senin-Kamis dengan momentum bulan Rajab.
Selain itu, disebutkan pula bahwa menggabungkan niat puasa Rajab dengan puasa sunnah lainnya—seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Daud—diperbolehkan dalam syariat Islam dan tetap mendapatkan keutamaan dari masing-masing ibadah.
Jadwal Rajab 1447 H
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025 yang dikeluarkan Kementerian Agama, bulan Rajab 1447 H berlangsung dari Minggu, 21 Desember 2025 hingga Senin, 19 Januari 2026. Dengan merujuk kalender Hijriah, umat Islam dapat menyesuaikan pelaksanaan puasa Rajab dengan aktivitas harian dalam kalender Masehi tanpa mengurangi keabsahan ibadah.

