BERITA TERKINI
Pegadaian Perkuat Layanan Bank Emas, Klaim Kelolaan Ekosistem Emas Tembus 145 Ton per April 2026

Pegadaian Perkuat Layanan Bank Emas, Klaim Kelolaan Ekosistem Emas Tembus 145 Ton per April 2026

PT Pegadaian memperkuat posisinya dalam layanan bank emas (bullion) di Indonesia seiring dorongan pemerintah untuk penguatan ekosistem bullion domestik dalam agenda Asta Cita. Perusahaan menyebut penguatan ini merupakan kelanjutan dari konsistensi Pegadaian membangun bisnis emas selama 125 tahun, jauh sebelum regulasi bank emas berkembang di dalam negeri.

Transformasi bisnis membuat Pegadaian tidak lagi identik semata dengan pembiayaan melalui produk gadai. Dalam beberapa tahun terakhir, Pegadaian memperluas layanan menjadi ekosistem investasi dan transaksi emas terintegrasi, mulai dari Tabungan Emas, Cicil Emas, Gadai Emas, Deposito Emas, hingga perdagangan emas fisik melalui anak usaha PT Pegadaian Galeri 24.

Pegadaian juga menilai inovasi seperti Cicil Emas dan Tabungan Emas berperan mengubah persepsi masyarakat terhadap emas. Melalui Tabungan Emas, masyarakat dapat mulai berinvestasi dari Rp 10.000, menabung saldo emas secara berkala, serta mencairkannya ke bentuk fisik.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, dan fluktuasi pasar keuangan beberapa tahun terakhir, Pegadaian mencatat meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai aset pelindung nilai (safe haven). Kondisi tersebut disebut turut mendorong lonjakan transaksi Tabungan Emas.

Dalam pengembangan layanan bank emas, Pegadaian menghadirkan empat produk yang menyasar segmen ritel dan korporasi. Pertama, Deposito Emas yang memungkinkan nasabah mendepositokan emas fisik atau saldo emas dengan tenor 6, 9, atau 12 bulan, dengan imbal hasil berupa gramasi emas setiap bulan. Kedua, Pinjaman Modal Kerja Emas untuk pelaku industri emas, dengan skema pinjaman dan pengembalian dalam bentuk emas fisik guna mengurangi risiko fluktuasi harga. Ketiga, Jasa Titipan Emas Korporasi yang diposisikan sebagai layanan kustodian emas bagi perusahaan atau institusi dengan aset emas dalam jumlah besar, dengan pengamanan berlapis. Keempat, Perdagangan Emas, yakni layanan jual-beli emas fisik dengan klaim kemurnian 24 karat dan bersertifikat.

Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyampaikan bahwa hingga April 2026 total kelolaan ekosistem emas Pegadaian mencapai sekitar 145 ton. Ia merinci kelolaan Tabungan Emas telah melampaui 20 ton dengan valuasi lebih dari Rp 51 triliun. Sementara itu, outstanding loan (OSL) produk Cicilan Emas disebut tumbuh 152,79% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 13,85 triliun per 30 April 2026.

Pegadaian juga menekankan dukungan infrastruktur yang dimiliki, antara lain jaringan lebih dari 4.000 outlet, ketersediaan ruang penyimpanan (vault) berstandar internasional, serta jalur distribusi emas fisik nasional. Perusahaan menyebut sistem pencatatan emas fisik dan digital dilakukan dengan jaminan underlying asset 1:1. Di sisi digital, Pegadaian mengandalkan aplikasi Tring! by Pegadaian sebagai layanan terpadu untuk mengakses produk-produk dalam ekosistem emas.

Menurut Pegadaian, penguatan layanan bank emas ini sejalan dengan agenda hilirisasi dan visi Asta Cita pemerintah. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk membangun ekosistem bullion yang inklusif dan andal guna menciptakan nilai tambah di dalam negeri.