BERITA TERKINI
Pekan Kebudayaan Kota Bandung Angkat Isu Sampah hingga Yoga Kontemporer sebagai Ruang Dialog Publik

Pekan Kebudayaan Kota Bandung Angkat Isu Sampah hingga Yoga Kontemporer sebagai Ruang Dialog Publik

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar Pekan Kebudayaan Kota Bandung di Taman Balai Kota Bandung pada 21–23 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemajuan kebudayaan daerah melalui rangkaian ekspresi seni dan diskusi publik.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan, mengatakan penyelenggaraan Pekan Kebudayaan merujuk pada regulasi nasional, yakni Permendikbud tentang penyelenggaraan Pekan Kebudayaan. Ia menegaskan pemajuan kebudayaan mencakup perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan.

Rangkaian acara dimulai sejak Jumat malam dengan pemberian Anugerah Kebudayaan di Plaza Balai Kota. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyerahkan penghargaan kepada 10 penerima yang dinilai berkontribusi besar dalam pelestarian dan pengembangan budaya lokal.

Pada hari kedua, kegiatan diisi beragam pertunjukan dan agenda lain, salah satunya Yoga Kontemporer. Pertunjukan ini merupakan kolaborasi yang memadukan gerakan yoga dengan unsur-unsur kebudayaan lokal.

Selain pertunjukan seni, Pekan Kebudayaan juga menghadirkan diskusi publik yang mengangkat isu-isu perkotaan. Salah satu tema yang dibahas adalah persoalan sampah dari sudut pandang kebudayaan. Adi menjelaskan, pendekatan kebudayaan diharapkan dapat membantu masyarakat menerima isu tersebut sebagai bagian dari pembiasaan hidup bersih dan sehat, bukan semata aturan dari luar.

Menurut Adi, perpaduan antara seni, edukasi, dan dialog menjadi cara untuk membangun kesadaran kolektif sekaligus membuka ruang memahami tantangan kota serta menggali solusi berbasis nilai budaya. Ia juga menyebut kegiatan ini menjadi wadah interaksi dan kolaborasi bagi warga, komunitas seni, dan pemerhati budaya.

Adi berharap Pekan Kebudayaan Kota Bandung dapat berlangsung rutin dan berkembang menjadi agenda tahunan. Ia menilai kegiatan ini dapat menjadi ruang bertemu, ruang belajar, dan ruang apresiasi bagi seluruh warga Kota Bandung.