BERITA TERKINI
Pemkab Bojonegoro Gelar Lomba Cipta Jingle Geopark 2026, Ajak Masyarakat Promosikan Daerah Lewat Musik

Pemkab Bojonegoro Gelar Lomba Cipta Jingle Geopark 2026, Ajak Masyarakat Promosikan Daerah Lewat Musik

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro membuka Lomba Cipta Jingle Geopark 2026 sebagai upaya mengajak masyarakat mempromosikan potensi daerah melalui karya musik. Lukiswati menyampaikan, kompetisi ini ditujukan untuk mendorong keterlibatan publik, terutama generasi muda dan pelaku seni, dalam memperkenalkan Geopark Bojonegoro dengan cara kreatif dan mudah diingat.

“Melalui lomba cipta jingle ini, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku seni, untuk turut mempromosikan Geopark Bojonegoro dengan cara yang kreatif dan mudah diingat. Musik memiliki kekuatan untuk membangun citra dan memperluas jangkauan promosi,” ujar Lukiswati.

Kompetisi ini terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia, baik perorangan maupun kelompok. Peserta dapat berasal dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, hingga pelaku seni. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya dan wajib menjamin orisinalitas ciptaannya.

Karya yang dilombakan berupa lagu jingle berdurasi 30–90 detik dengan penggunaan Bahasa Indonesia dan/atau campuran Bahasa Jawa. Lirik jingle harus mencerminkan nilai promosi wisata, edukasi, konservasi, serta kearifan lokal Geopark Bojonegoro. Pengumpulan karya dilakukan dalam format audio MP3, disertai teks lirik dan deskripsi konsep.

Lukiswati menegaskan, orisinalitas menjadi perhatian utama panitia. Karya yang diikutsertakan tidak boleh pernah dipublikasikan maupun dilombakan di tempat lain, serta tidak diperkenankan dibuat dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Peserta juga diwajibkan menandatangani surat pernyataan keaslian karya.

“Panitia akan melakukan verifikasi secara ketat. Jika terbukti melanggar ketentuan, termasuk penggunaan AI, maka peserta akan langsung didiskualifikasi,” tegasnya.

Dari seluruh karya yang masuk, panitia akan memilih 10 karya terbaik untuk melaju ke babak grand final. Para finalis diwajibkan tampil langsung di Bojonegoro dan membawakan karyanya dalam format lagu penuh berdurasi 4–7 menit.

Penilaian lomba mencakup kesesuaian tema Geopark (30%), orisinalitas dan kreativitas (25%), kualitas musik dan aransemen (20%), daya tarik dan daya ingat jingle (15%), serta kesesuaian teknis dan administrasi (10%). Panitia juga menyiapkan hadiah utama sebesar Rp5.500.000 bagi pemenang.

Kompetisi ini menghadirkan musisi nasional Rere Reza sebagai salah satu dewan juri. Ia dikenal sebagai drummer Grassrock, Additional Dewa 19, Ada Band, serta sejumlah proyek musik lainnya.

Periode kompetisi dan pengiriman karya dibuka mulai 28 Februari hingga 10 April 2026 pukul 23.00 WIB. Pendaftaran dan pengiriman karya dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang disediakan panitia.

Melalui lomba ini, Pemkab Bojonegoro berharap dapat melahirkan jingle yang menjadi identitas musikal Geopark Bojonegoro sekaligus memperkuat promosi pariwisata daerah di tingkat nasional.

“Harapannya, jingle terpilih nantinya dapat menjadi ikon suara Geopark Bojonegoro dan digunakan sebagai materi promosi resmi pemerintah daerah,” pungkas Lukiswati.