BERITA TERKINI
Pemkot Cirebon Gelar HLM TPID-TP2DD, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Transaksi

Pemkot Cirebon Gelar HLM TPID-TP2DD, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Transaksi

Pemerintah Kota Cirebon memperkuat langkah pengendalian inflasi sekaligus mendorong percepatan digitalisasi transaksi daerah melalui kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Pertemuan tersebut digelar di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Selasa (19/5/2026).

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, yang mewakili Wali Kota Cirebon Effendi Edo, menegaskan forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk menyatukan arah kebijakan dan memperkuat kerja bersama lintas sektor.

“Momentum ini sangat strategis, bukan hanya sebagai refleksi bersama para pimpinan, tetapi juga sebagai ruang membangun sinergi, kolaborasi, dan konsolidasi. Pengendalian inflasi bukan hanya tugas tim, melainkan tanggung jawab bersama lintas sektor untuk memperkuat kinerja secara terukur,” ujar Iing.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Kota Cirebon pada April 2026 tercatat mengalami deflasi 0,06 persen (month to month/mtm). Sementara inflasi tahunan berada di angka 2,75 persen dan inflasi tahun kalender 0,97 persen. Capaian tersebut menunjukkan inflasi relatif terkendali dan masih berada dalam rentang sasaran nasional.

Iing menyebut sejumlah langkah telah dijalankan TPID, antara lain Gerakan Pangan Murah, operasi pasar bersubsidi, pemantauan harga serta stok bahan pokok, hingga penguatan UMKM melalui Mall UKM. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan karena pengendalian inflasi merupakan indikator makro yang membutuhkan kontribusi banyak pihak.

“Setiap pihak memiliki peran strategis. Siapa berbuat apa dan berkontribusi terhadap apa, itu menjadi bagian dari tanggung jawab bersama. Kota Cirebon yang strategis harus mampu menjaga kemandirian di tengah dinamika global,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala KPw Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, menyampaikan kondisi ekonomi masyarakat masih menunjukkan optimisme. Hal itu tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) April 2026 yang berada di angka 113,0 atau di atas level optimis (lebih dari 100), meski sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya.

Dari sisi digitalisasi, transaksi menggunakan QRIS di wilayah Ciayumajakuning selama Januari hingga Maret 2026 mencapai 64,82 juta transaksi dengan nilai Rp5,63 triliun. Kota Cirebon menjadi kontributor terbesar dengan porsi 50,63 persen dari total transaksi. Selain itu, realisasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) di Kota Cirebon hingga Maret 2026 mencapai Rp2,02 miliar, tertinggi di wilayah Ciayumajakuning.

Wihujeng menilai secara umum inflasi Kota Cirebon masih berada dalam rentang target. Namun, ia mengingatkan komoditas pangan strategis seperti beras, daging ayam ras, telur, bawang merah, dan cabai merah tetap perlu menjadi perhatian karena kontribusinya cukup besar terhadap inflasi.

Ia menambahkan, deflasi April dipengaruhi normalisasi konsumsi masyarakat setelah Idulfitri serta pasokan pangan yang terjaga seiring musim panen. “Inflasi Mei diprakirakan lebih rendah dengan dorongan deflasi pada komoditas pangan seperti telur, daging ayam ras, dan minyak goreng,” tuturnya.