Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyatakan kompetisi robotik yang digelar PT Filosi Exider Inovasi berpeluang masuk agenda tahunan. Langkah ini dinilai dapat mendorong anak-anak di Kota Kupang untuk terus kreatif menghadapi perkembangan dunia yang semakin maju.
Wakil Wali Kota Kupang Serena C Francis mengatakan kompetisi tersebut layak dijadikan kegiatan rutin. Ia menyebut ajang yang digelar pada Rabu di Kota Kupang itu merupakan kompetisi robotik pertama di NTT dan menjadi momentum yang menunjukkan kreativitas anak-anak.
Serena menyampaikan pernyataan itu usai menghadiri kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai jenjang, mulai dari siswa SD, SMP, SMA, mahasiswa, hingga kategori umum. Ia mengaku selama ini kerap diundang membuka kegiatan yang berkaitan dengan budaya dan ekonomi, namun baru kali ini membuka kegiatan yang menurutnya sangat baik karena berorientasi pada teknologi.
Menurut Serena, anak-anak masa kini perlu tetap diajarkan mencintai budaya dan seni, sekaligus memiliki literasi teknologi. Ia juga sempat meninjau sejumlah karya yang dipamerkan dalam kompetisi.
Ia mencontohkan karya dari anak-anak Universitas Pertahanan (Unhan) yang membuat produk pertanian dan dinilainya baik karena turut memberdayakan petani lokal. Selain itu, terdapat pula pelajar dari So’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang membuat tongkat elektrik untuk tuna netra.
Serena menyatakan Pemkot Kupang akan memfasilitasi dan membantu memasarkan karya-karya tersebut. Pemerintah kota juga berencana membeli hasil karya yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur PT Filosi Exider Inovasi Erwin Alexander mengatakan kompetisi tersebut merupakan kegiatan terbesar pertama di NTT dengan tujuan membangkitkan minat teknologi anak-anak sejak dini. Ia menyebut jumlah peserta sekitar 40 tim, mencakup kategori SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, hingga umum.
Erwin menambahkan, melihat tingginya antusiasme masyarakat, ia berharap pelaksanaan tahun depan dapat lebih besar dan diikuti lebih banyak peserta, tidak hanya dari NTT tetapi juga dari daerah lain di luar NTT.