BERITA TERKINI
Penulis Lagu ‘Golden’ dari KPop Demon Hunters Tak Menyangka Jadi Musik Global

Penulis Lagu ‘Golden’ dari KPop Demon Hunters Tak Menyangka Jadi Musik Global

Lagu “Golden” dari film KPop Demon Hunters terus mencatat capaian baru meski sudah tujuh bulan sejak film tersebut dirilis. Pada awal pekan ini, lagu itu meraih status 5x platinum, menambah deretan pencapaiannya.

Di balik “Golden” ada kolaborasi sejumlah penulis lagu, di antaranya EJAE—yang juga mengisi suara nyanyi karakter Rumi—Mark Sonnenblick, serta perusahaan produksi asal Korea Selatan The Black Label melalui tim IDO (Yu Han Lee, Hee Dong Nam, Zhun).

Membahas proses kolaborasi, Zhun mengatakan tim produksi meminta mereka mengerjakan loop drum lebih dulu. Permintaan itu disertai ketentuan tempo yang spesifik, yakni BPM antara 100 hingga 120. Dari dasar tersebut, tim kemudian mengembangkan lagu lebih jauh.

Saat demo pertama disusun, Nam menjelaskan bahwa “Golden” mengikuti struktur tradisional lagu KPop. Menurutnya, komposisi itu dibangun dengan dua bagian vokal, dua bait, serta sebuah jembatan.

Tim juga menerima catatan dari pembuat film Maggie Kang dan Chris Appelhans yang meminta lagu tersebut memiliki nada tinggi sebagai komponen penting. Nada yang dimaksud adalah A5, yang sengaja ditulis oleh EJAE dan kemudian harus ia bawakan saat rekaman vokal. Ketika IDO pertama kali mendengarnya, Zhun menyebut respons mereka penuh kekaguman karena tidak menyangka nada setinggi itu akan dimasukkan ke dalam lagu.

Selain “Golden” dan lagu-lagu yang dibawakan grup perempuan Huntr/x dalam film, IDO juga menulis musik untuk Saja Boys. Zhun menyebut produser musik film Ian Eisendrath berperan penting dalam membantu membentuk dua karakter suara yang berbeda bagi kedua grup tersebut.

Menurut Zhun, perbedaan peran kedua grup dalam cerita memudahkan pendekatan musikal. Saja Boys digambarkan sebagai grup yang sebenarnya jahat namun berpura-pura baik, sementara Huntr/x mengekspresikan frustrasi dan menjadi tokoh utama dalam cerita. Elemen naratif itu, kata dia, membimbing pengembangan musik.

Zhun juga menyampaikan bahwa pengalaman Eisendrath sebagai produser musik membantu menyatukan musik dengan citra visual film, termasuk melalui arahan dan umpan balik selama proses produksi. Ia menilai pendampingan tersebut penting karena timnya berasal dari latar belakang KPop dan tidak memiliki banyak pengalaman membuat musik untuk media visual.

Sementara itu, Yu Han Lee menyoroti bagian lirik yang paling menyentuh baginya, yakni saat menyatakan dirinya selesai bersembunyi dan kini waktunya bersinar. Lee mengatakan momen itu membuatnya terharu. Ia juga mengungkap kebanggaannya ketika melihat orang-orang ikut bernyanyi mengikuti lirik berbahasa Korea, yang ia sebut sebagai pengalaman emosional.