PT Petrokimia Gresik (PG) merilis buku berjudul Langkah Nyata Menjadi Solusi Bagi Agroindustri yang ditulis Direktur Utama PG Nugroho Christijanto. Buku ini memuat penjabaran mengenai arah dan kebijakan pengembangan bisnis perusahaan sebagai produsen pupuk terlengkap di Indonesia.
Nugroho menyampaikan, PG kini telah memasuki usia hampir setengah abad, yakni 46 tahun, serta memiliki 31 pabrik dengan kapasitas produksi 8,9 juta ton per tahun untuk produk pupuk dan non-pupuk. Seiring dinamika bisnis, perusahaan menetapkan tujuan pengembangan sebagai penyedia solusi bagi agroindustri.
“Saat ini core business perusahaan sudah beralih menjadi solusi bagi agroindustri. Artinya, Petrokimia Gresik tidak hanya maju sebagai produsen pupuk dan bahan kimia yang besar saja, namun juga menawarkan solusi untuk dunia agroindustri,” ujar Nugroho, Rabu (5/9/2018).
Menurutnya, arah pengembangan tersebut dituangkan dalam buku agar para pemangku kepentingan dan masyarakat dapat memahami lebih mendalam gambaran bisnis PG ke depan. Ia juga menilai penyampaian arah pengembangan bisnis kepada publik perlu dilakukan karena PG merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia dan disebut sebagai salah satu agen pembangunan di Indonesia.
Dalam kerangka menuju solusi agroindustri, Nugroho menjelaskan pupuk hanya menjadi salah satu bagian. Dengan kemampuan riset yang kuat, PG juga mengembangkan produk pertanian dari hulu hingga hilir, di antaranya pembenah tanah, benih, pestisida, probiotik, serta produk olahan pertanian.
Ia menambahkan, produk-produk tersebut ditujukan untuk masuk lebih luas ke pasar yang lebih spesifik. Nugroho juga menyebut PG memiliki pupuk majemuk NPK dengan lebih dari 46 formula yang dapat diproduksi sesuai kebutuhan konsumen untuk menyasar kebutuhan pelanggan yang lebih khusus.
Peluncuran buku ini menambah daftar buku yang telah diterbitkan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, yakni Menengok ke Belakang, Menggapai Masa Depan (2012), The Untold Stories (2015), dan Memupuk Kesuburan, Menebar Kemakmuran (2017).
Nugroho menyatakan, buku terbaru tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun budaya literasi dan mendokumentasikan gagasan serta buah pikir perusahaan agar dapat diketahui publik. Ia menegaskan, buku ini merupakan respons terhadap dinamika tantangan bisnis sekaligus memuat upaya transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan.

