HONG KONG — Research Centre for Chinese Medicine Innovation (RCMI) di The Hong Kong Polytechnic University (PolyU) menggelar “Symposium on Martial Arts: Bridging Art and Science” serta dua “Health Cultivation Workshops” pada 8–9 Mei. Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong riset dan penerapan pengobatan Tiongkok, sekaligus memperkuat pertukaran akademik dan keterlibatan praktik.
Acara tersebut diikuti hampir 100 peserta yang mencoba praktik Taichi dan Qigong, serta mempertemukan akademisi, klinisi, dan peneliti dari berbagai negara. Para peserta menyoroti semakin meningkatnya integrasi praktik mind-body tradisional ke dalam kerangka medis kontemporer.
Pada 8 Mei, simposium internasional menghadirkan sejumlah pakar, antara lain Prof. Gloria Yeh dari Harvard Medical School Teaching Hospital (Amerika Serikat), Prof. Chenchen Wang dari Tufts University School of Medicine (Amerika Serikat), Prof. Parco Siu dari HKU Li Ka Shing Faculty of Medicine, Prof. Denise Cheung dari HKU School of Nursing, serta profesor dari Fakultas Kesehatan dan Ilmu Sosial PolyU. Melalui dialog lintas disiplin, peserta membahas topik berbasis bukti, termasuk “Tai Chi & Qigong: Ancient wisdom meets modern science”, “Physical activity and whole-person health”, “Body embodiment: Reclaiming the mind-body connection”, dan “Emerging health evidence: Insights from clinical trials”.
Menurut penyelenggara, simposium tersebut berupaya menjembatani tradisi Timur dengan riset ilmiah Barat untuk mendorong inovasi, kolaborasi, dan arah baru dalam pengembangan kesehatan.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada 9 Mei melalui lokakarya pembinaan kesehatan yang menghadirkan Master Chen Erhu, pewaris generasi ke-12 Taichi aliran Chen dari Chenjiagou, Henan, serta Prof. Lixing Lao, Presiden Virginia University of Integrative Medicine dan Co-Chair U.S. Alliance of Chinese Medicine for Wildlife Protection.
Master Chen, yang disebut sebagai salah satu “Eight Kings of Chenjiagou Tai Chi” dan pewaris warisan budaya takbenda tingkat nasional, membimbing peserta dalam Zhan Zhuang (meditasi berdiri). Ia menekankan manfaat latihan tersebut untuk kekuatan, keseimbangan, postur, kualitas tidur, dan sirkulasi.
Sementara itu, Prof. Lao—yang disebut memiliki lebih dari 40 tahun pengalaman klinis dan riset serta lebih dari 330 publikasi SCI—memimpin lokakarya Ba Duan Jin (Eight Brocades) selama 90 menit yang dirancang ramah bagi pemula. Dalam sesi praktik, peserta mempelajari teknik peregangan dan pernapasan yang disebut dapat membantu mengatur sistem saraf otonom, melancarkan meridian, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas tidur.
RCMI menyatakan simposium dan lokakarya ini menggabungkan riset akademik dengan aplikasi praktis, sehingga peserta dapat merasakan penerapan pengobatan Tiongkok dalam kehidupan modern.