Representasi komposer perempuan dalam musik klasik di Australia menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, seiring berbagai inisiatif yang mendorong pemutaran dan pementasan karya-karya mereka. Salah satu pendorongnya datang dari ABC Classic, yang sejak 2016 mengembangkan program khusus untuk merayakan musik yang ditulis oleh perempuan.
Langkah itu berawal dari statistik awal ABC Classic pada September 2015 yang mencatat karya komposer perempuan hanya menyumbang 2,2% dari waktu siaran. Temuan tersebut mendorong stasiun radio itu untuk memperkuat dukungan dan promosi terhadap komposisi perempuan melalui proyek pada 2016. Inisiatif itu kemudian berkembang menjadi Festival Komposer Perempuan yang berlangsung selama beberapa hari dan menjadi program utama dalam rangkaian siaran Hari Perempuan Internasional setiap 8 Maret. Festival tersebut disebut sebagai salah satu festival radio terbesar di dunia yang didedikasikan untuk musik komposer perempuan.
Menurut data ABC Classic, peningkatan jumlah komposer perempuan juga tercermin dalam porsi musik yang diputar. Pada tahun fiskal 2024–2025, karya yang digubah oleh perempuan menyumbang 15,7% dari waktu siaran dan 19% dari seluruh musik yang diputar.
Pengenalan publik terhadap nama-nama musisi perempuan juga disebut semakin luas. Pembawa acara ABC Classic, Vanessa Hughes, menyampaikan bahwa setiap tahun selama festival, program permintaan pendengar untuk musik yang digubah oleh perempuan menerima banyak permintaan. Sejak 2019, ABC Classic telah menyiarkan karya-karya dari 1.294 musisi dan komposer perempuan non-biner.
Di antara nama yang menonjol, komposer Australia Elena Kats-Chernin—pencipta karya seperti Eliza Aria, Butterflying, dan Unsent Love Letters—menjadi komposer perempuan dengan karya terbanyak yang diputar di ABC Classic pada 2025, serta berada di peringkat kedelapan dalam daftar komposer dengan karya yang paling banyak diputar.
Di ranah pertunjukan, Catherine Haridy selaku CEO Australian Music Centre menyebut jumlah orkestra yang menggunakan musik karya komposer perempuan meningkat 30% dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, organisasi hak cipta Australia dan Selandia Baru Apra Amcos mencatat peningkatan stabil sekitar 5% setiap tahun dalam jumlah pencipta musik perempuan dan yang beridentitas gender fluid yang bergabung.
Statistik juga menunjukkan porsi karya komposer perempuan dalam pementasan di Australia pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar 14,5% dari seluruh karya yang dipentaskan, naik dari 11,9% pada tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, proporsi tersebut disebut akan melampaui jumlah gabungan karya tiga komposer klasik—Wolfgang Amadeus Mozart, Ludwig van Beethoven, dan Johann Sebastian Bach—dalam pertunjukan orkestra. Orkestra Simfoni Melbourne tercatat menjadi yang terdepan, dengan sekitar 21% pertunjukannya menampilkan karya komposer perempuan.
Selain lembaga penyiaran dan orkestra, sejumlah seniman dan organisasi juga menjalankan program promosi. Pemain seruling Eliza Shephard menggagas proyek March of the Women dengan merilis rekaman karya musisi perempuan setiap hari sepanjang Maret. Pemain perkusi Claire Edwardes, yang dikenal sebagai pendukung komposer kontemporer terutama perempuan, merilis album terbaru berjudul Dual Attractor yang menampilkan karya banyak musisi perempuan dari berbagai negara. Di sisi lain, ABC Classic juga merilis seri Women of Note untuk merayakan musik musisi perempuan Australia.

