Program musik mingguan Korea Selatan, The Show, dipastikan kembali mengudara setelah vakum selama tujuh bulan. Mengutip laporan YNA yang dilansir Soompi pada Rabu (13/5/2026), The Show dijadwalkan kembali tayang pada 2 Juni 2026.
Tim produksi disebut telah bertemu dengan perwakilan sejumlah agensi hiburan untuk membahas susunan artis yang akan tampil pada episode pertama mereka tahun ini.
Sebelumnya, The Show terakhir kali tayang pada November 2025. Saat itu, program tersebut menyampaikan bahwa mereka menutup musim tayang untuk tahun tersebut, yang kemudian berlanjut menjadi masa jeda selama tujuh bulan.
Sejak tayang perdana pada 2011, The Show telah menjadi salah satu program musik mingguan di TV kabel Korea Selatan selama kurang lebih 14 tahun. Kembalinya program ini tidak hanya menandai dimulainya musim baru, tetapi juga disertai perubahan besar pada struktur produksi maupun format program. Meski begitu, judul The Show tetap dipertahankan.
Program ini sebelumnya tayang di SBS funE dan diproduksi di bawah naungan SBS Medianet. Namun, siaran dihentikan setelah SBS Medianet mundur dari bisnis hiburan pada tahun lalu.
Untuk versi terbarunya, The Show akan tayang di kanal SBS Life. Produksi akan dipimpin oleh SBS Life bersama perusahaan rintisan teknologi hiburan BIGC. Kim Chil Sung, kepala bisnis pertunjukan BIGC sekaligus mantan eksekutif SBS Medianet, disebut akan mengawasi program tersebut.
Perwakilan tim produksi menyatakan bahwa The Show tidak sekadar kembali sebagai tayangan TV kabel, melainkan berencana “terlahir kembali” sebagai program musik global yang menghadirkan pengalaman media baru.
Setelah kabar kembalinya program ini beredar, The Show juga menyampaikan pengumuman langsung kepada penggemar lewat unggahan di akun X resmi mereka. “Siapa yang sudah menunggu ‘The Show?’ Angkat tangan dengan lingkaran besar. ‘The Show’ kembali!” tulis mereka.
Kembalinya The Show turut dinilai menjadi kabar baik bagi grup rookie dan agensi menengah hingga kecil yang ingin mempromosikan rilisan terbaru. Program ini selama ini dikenal memberi ruang lebih besar bagi artis baru, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk meraih piala musik mingguan, mengingat tidak selalu didominasi oleh artis dari agensi besar.