BERITA TERKINI
Proyek Dokumenter dan Buku “Bernyanyi dengan Akar Kita” Angkat Perjalanan Musik Khanh Ly

Proyek Dokumenter dan Buku “Bernyanyi dengan Akar Kita” Angkat Perjalanan Musik Khanh Ly

Proyek bertajuk “Bernyanyi dengan Akar Kita - Potret Khanh Ly” menghadirkan upaya pelestarian dan promosi warisan musik Vietnam melalui film dokumenter dan buku. Karya yang ditulis dan disutradarai seniman Quang Thanh ini digarap sebagai kolaborasi antara Penerbitan Wanita Vietnam, Viet Legacy Development, dan Doi Canh Media Company.

Inti proyek tersebut adalah film dokumenter 10 episode dengan durasi sekitar 40 menit per episode, serta sebuah buku dengan judul yang sama. Keduanya berupaya menggambarkan secara menyeluruh kehidupan dan karier penyanyi Khanh Ly, sosok yang telah mendedikasikan lebih dari setengah abad untuk musik.

Pemimpin proyek, Dr. Bui Quang Ngoc, bersama Quang Thanh menghabiskan lebih dari dua tahun mengumpulkan materi dengan melakukan perjalanan ke berbagai lokasi, mulai dari Hanoi, Hue, hingga Kota Ho Chi Minh, termasuk ke luar negeri. Quang Thanh menyebut proyek ini sebagai hadiah bagi para pencinta kisah dan karya duo Trinh Cong Son dan Khanh Ly.

Salah satu kekuatan dokumenter tersebut terletak pada narasinya yang sepenuhnya dibawakan oleh Khanh Ly sendiri. Suara khasnya menjadi medium untuk menyampaikan kisah-kisah personal tentang masa awal kariernya sebagai penyanyi, sekaligus perjalanannya bersama Trinh Cong Son yang kerap disebut sebagai “mitra musiknya”.

Dalam sejumlah kesempatan, Khanh Ly digambarkan tetap memikat meski telah berusia 81 tahun. Pada sebuah pertemuan, ia tampil mengenakan ao dai bernuansa Hue, yang disebut sebagai hadiah dari perancang busana Trinh Hoang Dieu—adik perempuan musisi Trinh Cong Son. Gaya bicaranya yang pelan dan jelas, disertai humor yang lekat dengan gaya Hanoi tempo dulu, kerap mencairkan suasana dan mengundang tawa hadirin.

Di balik kelucuan dan kecerdasannya, ia menegaskan pandangan bahwa musik bukan ruang untuk pamer, melainkan cara membalas budi kepada kehidupan dan kepada Trinh Cong Son. Ia juga disebut beberapa kali kembali ke Vietnam sebagai kesempatan untuk “bernyanyi dengan akar budayanya” dan membenamkan diri dalam arus budaya bangsa.

Khanh Ly turut terlibat dalam perjalanan amal bertajuk “Lingkaran Kasih Sayang” yang diselenggarakan Quang Thanh bersama seniman dan rekan-rekannya. Dalam kegiatan tersebut, ia mengunjungi panti asuhan, panti jompo, kuil, dan gereja dengan sikap sederhana. Dalam satu kunjungan ke sebuah kuil kecil di kawasan Distrik 5 lama, Kota Ho Chi Minh, ia disebut berinteraksi dengan anak-anak, memberikan perlengkapan sekolah, menghibur mereka, hingga mengajarkan kegiatan sederhana seperti menyapu lantai dan membersihkan meja. Anak-anak disebut tidak menyadari bahwa mereka berhadapan dengan sosok legendaris, sementara orang-orang dewasa yang menyaksikan tampak tak percaya.

Acara peluncuran proyek ini juga dihadiri sejumlah seniman, termasuk musisi Tran Tien yang membawakan lagu “Cowboy and Artist”. Para tamu turut mengenang ketegasan Trinh Cong Son dan masa-masa bernyanyi tanpa alas kaki di atas panggung Fakultas Sastra, yang dinilai sebagai bagian berharga dari sejarah musik Vietnam.

Secara keseluruhan, “Bernyanyi dengan Akar Kita - Potret Khanh Ly” diposisikan bukan sekadar memoar dalam bentuk gambar dan kata-kata, melainkan juga penegasan kembali kehidupan musik Trinh Cong Son melalui suara Khanh Ly. Seperti yang disampaikan dalam proyek tersebut, seniman dapat berpulang, namun musik dan cinta yang ditinggalkan diyakini akan terus mengalir dan bertahan.