Jakarta — Unit metal alternatif asal Jakarta, Rahasia Intelijen, merilis single terbaru berjudul Suci Tanah Pembantaian melalui label HALOS Records. Lagu ini menghadirkan musik agresif dengan muatan kritik sosial, menyoroti konflik berkepanjangan yang berkaitan dengan wilayah yang dipolitisasi selama lebih dari 1.200 tahun.
Rahasia Intelijen kini tampil dengan formasi terbaru yang beranggotakan Anindya Pramadhyana, Winky Wiryawan, Cesar Alkautsar, Topan Tofano, dan Nicko Rahmat Prabowo. Kehadiran Winky Wiryawan—yang dikenal sebagai DJ, aktor, dan musisi—disebut memberi warna baru dalam eksplorasi musikal band. Sementara Anindya Pramadhyana, yang juga vokalis unit nu-metal Saint Loco, memperkuat karakter vokal yang intens dan agresif.
Melalui Suci Tanah Pembantaian, Rahasia Intelijen mengangkat isu tentang tanah yang disucikan namun terus diperebutkan oleh beberapa agama besar dunia. Di balik narasi religius, wilayah tersebut digambarkan menjadi arena pertumpahan darah akibat tumpang tindih kepentingan politik, ekonomi, dan perdagangan.
Vokalis Anindya Pramadhyana menyatakan lagu ini berangkat dari keresahan terhadap situasi ketika kepentingan elit dinilai kerap mengorbankan masyarakat sipil. “Lewat lagu ini kami ingin menunjukkan bahwa konflik yang berlangsung berabad-abad bukan hanya soal perebutan wilayah, tetapi juga tentang bagaimana kepentingan elit sering kali mengorbankan masyarakat sipil. Musik adalah cara kami menyuarakan keresahan itu,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis, 14 Mei 2026.
Lirik lagu tersebut juga menyinggung bagaimana nama Tuhan kerap dijadikan pembenaran atas kekerasan, sementara pihak yang paling diuntungkan dari konflik disebut adalah para pemegang kuasa dan warga sipil menjadi kelompok yang paling menderita. Selain terinspirasi dari konflik global dan perang modern yang masih berlangsung, Rahasia Intelijen turut menyoroti meningkatnya sentimen antar pemeluk agama, perang opini di ruang publik, serta arus disinformasi yang dinilai memecah masyarakat.
Winky Wiryawan menambahkan bahwa musik menjadi medium yang menurut mereka paling jujur untuk merefleksikan situasi sosial saat ini. “Suci Tanah Pembantaian adalah ekspresi kami terhadap realitas yang sering diabaikan,” tuturnya.
Secara musikal, single ini menampilkan riff gitar tajam, vokal meledak-ledak, serta dentuman drum yang menghentak. Suci Tanah Pembantaian dijadwalkan tersedia di berbagai platform musik digital mulai 15 Mei 2026.