Mendengarkan musik saat berkendara kerap dianggap membantu menjaga fokus dan mengusir kantuk. Namun, penggunaan earphone atau headset saat mengemudi dinilai berisiko menurunkan kewaspadaan terhadap kondisi sekitar jalan, terutama karena perhatian pengendara dapat terpecah oleh suara yang masuk langsung ke telinga.
Psikolog Klinis Senior sekaligus Tim Ahli Pokja Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI, Ratih Ibrahim, mengatakan musik memang bisa membantu sebagian orang tetap fokus, terjaga, dan tidak mengantuk selama perjalanan. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pengendara tetap berpeluang besar menjadi kurang menyadari situasi di sekitarnya.
“Hanya saja tetap besar kemungkinan pengendara jadi tidak aware dengan situasi di sekitarnya, seperti keberadaan pengendara lain, orang lain, dan hal-hal lain,” kata Ratih kepada Kompas.com, Kamis (7/5/2026).
Ratih menilai, ketika pengendara terlalu fokus pada suara dari earphone, ada risiko terlena hingga mengabaikan kondisi jalan. Gangguan juga bisa datang dari musik itu sendiri maupun panggilan telepon yang masuk, yang dapat memecah konsentrasi dan memicu kecelakaan lalu lintas.
“Ini potensi bahayanya sangat besar untuk kecelakaan lalu lintas. Tidak hanya bagi dirinya, juga bagi semua yang ada di sekitarnya,” ujarnya.
Peringatan serupa disampaikan Pakar Keselamatan Berkendara, Sony Susmana. Ia mengatakan penggunaan earphone saat berkendara dapat mengganggu fokus pengemudi karena perhatian terbagi dengan suara dari perangkat tersebut.
“Headset yang mengeluarkan lantunan suara berupa musik dan lainnya pasti memengaruhi emosi dan tergganggunya konsentrasi,” kata Sony, Jumat (8/5/2026).
Menurut Sony, seberapa pun pengalaman seseorang dalam berkendara, penggunaan earphone tetap berpotensi membahayakan karena mengurangi fokus terhadap kondisi sekitar.
Dari sisi medis, Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Hemastia Manuhara Harba'i, menjelaskan bahwa earphone dapat membuat pengendara kesulitan mengetahui arah suara di jalan, termasuk suara klakson kendaraan lain.
“Misalnya ketika ada klakson, sulit bagi pengendara untuk mengetahui arah suara karena telinga tertutup earphone,” kata Manuhara dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat.
Ia menambahkan, penggunaan earphone saat menerima panggilan telepon juga berpotensi membuat pengendara lebih fokus pada percakapan dibanding kondisi lalu lintas di sekitarnya.
Di lapangan, risiko tersebut diakui sejumlah pengendara. Salsa (27) mengaku pernah nyaris tertabrak kendaraan lain karena tidak mendengar klakson saat menggunakan headset di jalan.