BERITA TERKINI
Sejarah Lagu Liga Champions: Diadaptasi dari Musik Penobatan Raja Inggris dan Diperkenalkan Sejak 1992

Sejarah Lagu Liga Champions: Diadaptasi dari Musik Penobatan Raja Inggris dan Diperkenalkan Sejak 1992

Nada megah yang terdengar sesaat sebelum kick-off Liga Champions UEFA telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kompetisi antarklub tertinggi di Eropa sejak era 1990-an. Lagu yang dikenal luas dengan judul The Champions itu bukan sekadar musik pembuka pertandingan, melainkan identitas audio yang dirancang untuk menegaskan prestise turnamen.

Lagu tersebut pertama kali diperkenalkan pada musim 1992/1993, bersamaan dengan perubahan format kompetisi dari Piala Champions menjadi Liga Champions UEFA. Kehadirannya dimaksudkan sebagai penanda identitas baru yang lebih bergengsi bagi ajang yang mempertemukan klub-klub juara dari berbagai negara di Eropa.

Sejarah lagu Liga Champions bermula ketika UEFA pada 1992 memberikan mandat kepada komposer Tony Britten untuk menciptakan musik yang mampu membangkitkan gairah sekaligus rasa hormat. Britten kemudian mengambil inspirasi dari karya klasik George Frideric Handel berjudul Zadok the Priest, musik yang digunakan dalam upacara penobatan raja-raja Inggris selama berabad-abad.

Sentuhan musik klasik tersebut membentuk suasana yang berbeda dibandingkan turnamen sepak bola lain. Nuansa yang dihadirkan kerap dipandang sebagai simbol kemegahan dan momen puncak bagi para pemain yang berdiri di lapangan saat lagu berkumandang.

Keunikan lain terdapat pada liriknya yang menggunakan tiga bahasa resmi UEFA, yakni Inggris, Prancis, dan Jerman. Penggunaan tiga bahasa itu menjadi simbol persatuan negara-negara Eropa dalam satu kompetisi, sekaligus menegaskan pesan tentang keunggulan dan semangat juang para juara.

Secara filosofi, adopsi struktur musik penobatan raja dipahami sebagai cara UEFA menegaskan bahwa klub-klub yang tampil di Liga Champions menempati posisi terhormat di dunia sepak bola. Musik tersebut menjadi penghubung antara tradisi klasik yang telah lama hidup dengan dinamika sepak bola modern yang kompetitif.

Seiring waktu, lagu ini tetap dipertahankan tanpa perubahan aransemen yang drastis. Konsistensi itu menjaga nilai historis dan ikatan emosional yang telah terbentuk selama lebih dari tiga dekade, sekaligus menjadi penanda bahwa pertandingan besar Liga Champions akan segera dimulai.