Pelajaran musik menjadi salah satu momen yang dinantikan siswa di Sekolah Menengah Nguyen Hoanh Tu, Kelurahan Ha Huy Tap. Pada pertemuan pertama setelah libur Tahun Baru Imlek, suasana kelas diwarnai lantunan lagu bertema musim semi, tanah air, dan negara yang membuat kegiatan belajar terasa hangat dan gembira.
Setiap pekan, siswa mengikuti pelajaran musik yang tidak hanya berisi teori dasar, tetapi juga latihan langsung menggunakan alat musik. Praktik tersebut memberi ruang bagi siswa untuk mengalami serta mengekspresikan emosi melalui bunyi dan melodi, sekaligus membuat pembelajaran lebih hidup dan menarik.
Dang Thi Kim Chi, siswa kelas 7E, mengaku menikmati pelajaran musik karena penyampaian guru dinilai mudah dipahami dan memberi kesempatan untuk tampil. “Saya sangat menikmati pelajaran musik karena instruksi guru menarik dan mudah dipahami. Terutama, kami dapat langsung menggunakan alat musik dan menunjukkan kemampuan kami. Berkat dorongan dari guru dan teman-teman sekelas saya, saya merasa sangat bahagia, bangga, dan lebih percaya diri,” ujarnya.
Di tengah transformasi digital, pemanfaatan teknologi informasi juga diterapkan dalam pembelajaran musik. Materi disajikan melalui slide dan video ilustrasi, sementara perangkat lunak pelatihan vokal serta aplikasi berbasis AI digunakan untuk membuat iringan dan perekaman. Pendekatan ini membantu siswa mengakses pengetahuan dengan lebih mudah, berlatih lebih percaya diri, dan bertahap mengembangkan inspirasi artistik.
Guru Phan Thi Hong Ha dari Sekolah Menengah Nguyen Hoanh Tu mengatakan, ia berupaya menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran melalui kegiatan pertunjukan agar mereka dapat mencoba kemampuan dan mengoptimalkan potensi. “Saya selalu menempatkan siswa sebagai pusat perhatian, meningkatkan penyelenggaraan kegiatan pertunjukan agar mereka dapat mengalami dan menguji kemampuan mereka, sehingga memaksimalkan potensi mereka dan menemukan siswa berbakat. Dalam setiap pelajaran, saya juga secara fleksibel berinovasi dalam metode pengajaran, menerapkan teknologi informasi dan AI untuk membuat pelajaran lebih hidup dan menarik,” katanya.
Penguatan pembelajaran musik juga dilakukan di iSchool Ha Tinh International School, Kelurahan Thanh Sen. Sekolah ini memprioritaskan musik dengan menyiapkan ruang kelas musik yang lengkap serta membentuk klub musik dan klub instrumen sebagai ruang tambahan bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat.
Klub-klub tersebut menarik partisipasi siswa yang ingin belajar dan berlatih berbagai alat musik secara langsung. Kegiatan ini dinilai membantu peningkatan keterampilan sekaligus membangun kepercayaan diri serta memberi ruang untuk mengekspresikan bakat artistik dan kepribadian.
Guru Nguyen La Thu dari iSchool Ha Tinh International School menjelaskan, selain mengikuti kurikulum Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, sekolah juga mengadakan kegiatan tambahan seperti pertunjukan ansambel dan paduan suara. “Di bagian ansambel, siswa menggunakan berbagai alat musik, properti, perkusi, dan lain-lain, untuk tampil bersama. Melalui ini, setiap siswa diberi tugas khusus dan bersama-sama mereka menyelesaikan sebuah karya musik yang bermakna,” ujarnya.
Modernisasi metode pengajaran musik dipandang tidak hanya mendukung perkembangan moral, intelektual, kesehatan fisik, dan estetika siswa, tetapi juga mendorong kegiatan budaya dan seni di sekolah. Klub musik kemudian tidak sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler, melainkan wadah mengasah keterampilan, kerja tim, dan keberanian tampil di depan publik, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kelompok.
Ha Nu Ngoc Nuong, siswa kelas 11A1 di SMA Nguyen Van Troi yang juga ketua Klub “Memicu Semangat”, menilai panggung kegiatan sekolah memberi kesempatan bagi anggota untuk berkembang. “Sebagai ketua Klub 'Memicu Semangat', kami selalu aktif berpartisipasi dan tampil di atas panggung. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk mengekspresikan bakat kami secara bebas, membangun kepercayaan diri, dan memperkuat ikatan antar anggota klub,” katanya.
Selain memasukkan musik dalam kurikulum, sekolah-sekolah juga berfokus pada dukungan infrastruktur melalui penyediaan alat musik, sistem suara, dan ruang kelas khusus. Di sisi lain, guru mata pelajaran diberi kesempatan mengikuti pelatihan dan program pengembangan profesional untuk memperbarui metode mengajar sesuai kebutuhan reformasi pendidikan.
Wakil Kepala Sekolah Menengah Nguyen Hoanh Tu, Nguyen Hai Dang, mengatakan bahwa sesuai Program Pendidikan Umum 2018, seluruh mata pelajaran berperan dalam mengembangkan kemampuan, kebugaran fisik, dan selera estetika siswa. “Khusus untuk Musik, sekolah telah menugaskan guru dan terus meningkatkan metode pengajaran, latihan, dan penampilan untuk membantu siswa mendapatkan kepercayaan diri dan berkontribusi pada perkembangan holistik mereka,” ujarnya.
Melalui aktivitas di kelas maupun klub, musik menjadi ruang bagi siswa untuk melepas ketegangan setelah belajar, sekaligus belajar mendengarkan, berbagi, dan mengapresiasi keindahan. Dari latihan dan penampilan yang terus dilakukan, sekolah berharap minat dan bakat siswa dapat tumbuh seiring dengan perkembangan pengetahuan dan keterampilan mereka.

