BERITA TERKINI
Sisram Medical Paparkan Strategi Global dan Rencana Komersialisasi DAXXIFY dalam Investor Day di Shanghai

Sisram Medical Paparkan Strategi Global dan Rencana Komersialisasi DAXXIFY dalam Investor Day di Shanghai

Sisram Medical Ltd (1696.HK) menggelar Investor Day pada 21 Mei di Shanghai Bund Finance Center (BFC), China. Dalam acara bertema “Gathering Momentum for Beauty, Envisioning the Future” itu, perusahaan memaparkan arah strategi global di bidang estetika medis serta rencana pengembangan bisnis di China, termasuk komersialisasi DAXXIFY.

Forum tersebut mempertemukan investor institusional dan analis pialang untuk membahas tren industri estetika medis global, peta jalan pertumbuhan Sisram, kemajuan bisnis di China, serta peluang jangka panjang di industri wellness yang lebih luas.

Qiyu Chen, Executive Director dan Co-CEO Fosun International Limited, meninjau perjalanan Sisram sejak investasi strategis Fosun dan pencatatan saham di Hong Kong. Ia menyampaikan bahwa model bisnis Sisram telah bergeser dari distribusi menjadi sistem gabungan distribusi dan penjualan langsung, sementara struktur manajemen berkembang dari satu pusat di Israel menjadi operasi yang terkoordinasi secara global.

Ke depan, Sisram menegaskan akan mempertahankan perangkat berbasis energi (Energy-Based Devices/EBD) sebagai bisnis inti, sembari memperluas kategori dengan tingkat pembelian berulang yang lebih tinggi, seperti injeksi dan bahan habis pakai estetika. Perusahaan menyebut Israel, China, dan Amerika Utara sebagai tiga pusat operasional utama, dengan pemanfaatan jaringan distribusi global untuk memperluas jangkauan bisnis, meningkatkan kolaborasi lintas wilayah, dan mendorong efisiensi operasional.

Dari sisi dukungan ekosistem, Yi Liu, Executive Director, CEO, dan President Shanghai Fosun Pharmaceutical (Group) Co., Ltd. (Fosun Pharma), menyatakan Sisram merupakan platform estetika medis global yang menonjol dalam ekosistem Fosun Pharma. Menurutnya, dengan keberadaan global, keahlian EBD, serta portofolio yang semakin beragam, Sisram dinilai memiliki posisi untuk melanjutkan strategi ekspansi global dan mengoptimalkan nilai platformnya.

Ketua Sisram Lior Moshe Dayan dan CEO Eyal Ben David, yang menyampaikan paparan melalui video, menyatakan komitmen perusahaan untuk memanfaatkan platform operasi global guna mendorong bisnis di China. Fokusnya mencakup pengenalan produk, pengembangan pasar, dan penguatan aspek klinis agar sumber daya global dapat terhubung dengan kebutuhan pasar lokal.

Co-CEO dan CFO Sisram, Jiahong Li, menjelaskan strategi peningkatan platform perusahaan dari pemain EBD menjadi penyedia solusi wellness yang lebih menyeluruh. Cakupan yang dituju meliputi diagnosis pra-perawatan, prosedur klinis, perawatan di rumah, hingga manajemen kulit jangka panjang.

Sisram menilai preferensi konsumen bergeser dari perawatan estetika sekali jalan menuju pemeliharaan kesehatan kulit jangka panjang. Di sisi lain, institusi estetika medis disebut membutuhkan mitra terintegrasi untuk meningkatkan tingkat kunjungan ulang, efisiensi operasional, dan keterikatan pelanggan. Dalam konteks ini, Sisram akan tetap menempatkan EBD sebagai pilar utama dan membangun injeksi sebagai pendorong pertumbuhan kedua. Perusahaan juga menyoroti inovasi berbasis AI, termasuk Alma IQ dan Universkin by Alma, untuk menghubungkan rangkaian layanan dari evaluasi pra-perawatan, perencanaan personal, hingga manajemen pascatindakan.

Sisram menyatakan menerapkan pendekatan kolaborasi terbuka dan mengeksplorasi kemitraan strategis serta peluang investasi yang sejalan dengan tujuan jangka panjang. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkaya portofolio produk dan kekuatan teknologi, dengan sasaran menghadirkan pengalaman estetika yang lebih komprehensif bagi dokter, institusi, dan konsumen.

Dalam strategi China, Qianli Fang, Vice President Sisram China, menyebut pasar China sebagai fokus strategis utama. Ia menambahkan merek EBD Alma telah beroperasi di China selama lebih dari 20 tahun sejak masuk pada 2003. Seiring industri estetika medis di China yang semakin matang, Sisram China berencana memperkuat kolaborasi lintas lini bisnis, menyelaraskan EBD dan injeksi, serta membangun sistem layanan pelanggan dan pelatihan klinis yang lebih sistematis.

Operasi di China juga disebut bergerak dari penjualan produk tunggal menuju model berbasis platform untuk meningkatkan nilai bagi pelanggan dan membangun kemitraan jangka panjang. Ke depan, tim China akan memprioritaskan adaptasi produk terlokalisasi, optimalisasi portofolio, dan protokol perawatan kombinasi, dengan target mengubah jejak bisnis dari sekadar “menjual di China” menjadi “merancang dan memproduksi di China” serta mendukung pasar global.

Pada sesi komersialisasi, Jing Fan, General Manager Sisram China Injectables Business Unit, memaparkan strategi peluncuran DAXXIFY di pasar domestik. DAXXIFY merupakan toksin botulinum kerja panjang yang menggunakan Peptide Exchange Technology (PXT). Perusahaan menekankan diferensiasi produk ini dibanding toksin konvensional melalui efektivitas yang lebih tahan lama, formulasi yang disebut lebih murni, penargetan yang presisi, serta onset yang cepat, untuk menjawab permintaan injeksi premium di segmen estetika medis kelas atas di China.

Sisram menyatakan akan memosisikan DAXXIFY melalui dua poin utama: PXT yang distabilkan dari Silicon Valley dan layanan perawatan toksin botulinum premium. Strategi merek akan menyasar dokter, institusi mitra, dan konsumen. Acara juga menampilkan sesi berbagi kasus DAXXIFY yang menyoroti aplikasi klinis nyata untuk menggambarkan fitur, nilai klinis, audiens sasaran, serta daya saing pasar.

Dari sisi eksekusi, perusahaan menyebut akan memulai dengan pendekatan yang berfokus pada pasar kelas atas, bermitra terlebih dahulu dengan dokter terkemuka dan klinik premium yang dipimpin pakar. Pelatihan medis yang sistematis, kerja sama institusional yang lebih mendalam, serta edukasi konsumen yang terarah akan digunakan untuk memperkuat positioning premium. Model komersial yang dinilai telah teruji kemudian direncanakan diperluas ke pasar yang lebih luas untuk meningkatkan skala bisnis injeksi sebagai mesin pertumbuhan kedua.

Dalam paparan prospek industri, Haiyan Cui, Director of the Institute of Plastic and Aesthetic Medicine di Tongji University School of Medicine, menyampaikan bahwa estetika medis telah berkembang dari sektor yang didominasi bedah menjadi bidang multidisiplin yang didorong oleh perawatan minimal/non-invasif, biomaterial, perangkat medis, dan teknologi AI. Ia menilai permintaan pasar tetap kuat dengan peluang pertumbuhan jangka panjang.

Ia juga menyebut segmen seperti EBD, toksin botulinum, asam hialuronat, biostimulator, kolagen, serta perangkat diagnosis berbasis AI sebagai area pertumbuhan yang sejalan dengan tata letak bisnis Sisram. Menurutnya, cakupan tersebut mendukung arah strategi perusahaan untuk membangun platform solusi wellness end-to-end.

Secara keseluruhan, Sisram menilai Investor Day menunjukkan posisi strategi yang jelas, portofolio produk yang terdiversifikasi, dan prospek pertumbuhan jangka panjang di sektor estetika medis global. Perusahaan menyatakan akan terus mengintegrasikan teknologi EBD, injeksi, perangkat diagnosis berbasis AI, solusi perawatan kulit yang dipersonalisasi, kemampuan komersialisasi global, serta eksekusi lokal. Dengan China dan Amerika Utara sebagai basis strategis, Sisram menargetkan percepatan peningkatan portofolio, penetrasi pasar, dan optimalisasi operasi melalui jaringan distribusi global dan keahlian operasional lokal.