Sejumlah peneliti dari beberapa universitas meneliti pengaruh rangsangan bunyi terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus) untuk mendukung pengelolaan budi daya intensif. Dalam uji yang membandingkan beberapa genre musik, alunan musik klasik dinilai paling sesuai karena berkaitan dengan perilaku berenang yang lebih stabil dan respons stres yang lebih rendah dibanding genre lain.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal berjudul Effects of auditory stimuli on the swimming behavior of Nile tilapia (Oreochromis niloticus): Implications for aquaculture welfare management. Penelitian ini melibatkan Hadiana, Esa Fajar Hidayat, Abdillah Febri Awlarijal, Achmad Aprianto, serta Muhammad Zainuddin Lubis dari Universitas Brawijaya, Shanghai Ocean University, dan Politeknik Negeri Batam.
Esa Fajar Hidayat menjelaskan gagasan penelitian berangkat dari persoalan pada budi daya perikanan intensif. Menurutnya, ikan nila memiliki organ sensorik yang tergolong sensitif, sehingga faktor lingkungan berpotensi memicu stres dan menurunkan produktivitas. Tim peneliti kemudian menguji elemen bunyi untuk melihat jenis suara yang memengaruhi kondisi ikan.
Pengujian dilakukan di laboratorium menggunakan 75 ekor ikan nila muda dengan bobot awal rata-rata 45,3 gram dan panjang tubuh rata-rata 12,4 sentimeter. Ikan dibagi secara acak ke dalam 15 akuarium kaca berukuran 100×50×50 sentimeter berkapasitas 250 liter, masing-masing berisi lima ekor.
Ada lima kelompok perlakuan: tanpa musik; musik klasik (komposisi Beethoven dan Mozart); musik rock (Metallica dan Nirvana); musik pop (Ed Sheeran dan Taylor Swift); serta musik elektronik (EDM dan Lo-Fi Beats). Musik diputar melalui pelantang suara yang ditempatkan di bagian mulut atau di atas akuarium terbuka, dengan intensitas 70 desibel. Perlakuan diberikan selama 30 menit pada pukul 08.00 dan 16.00, bertepatan dengan waktu pemberian pakan, setiap hari selama empat pekan.
Aktivitas ikan direkam menggunakan kamera dalam bentuk video. Rekaman kemudian dianalisis dengan teknik visi komputer menggunakan aplikasi Tracker untuk mengukur perilaku berenang. Hasilnya menunjukkan variasi kecepatan dan pola gerak ikan nila muda bergantung pada genre musik yang diperdengarkan.
Musik klasik dan pop dikaitkan dengan perilaku berenang yang lebih stabil dan tenang. Sebaliknya, musik rock dan elektronik memunculkan pola gerakan yang lebih tidak menentu. Para peneliti menyimpulkan bahwa genre musik yang lebih tenang berpotensi menurunkan tingkat stres pada ikan.
Studi ini menyebut rangsangan musik—terutama musik klasik—dapat dipertimbangkan sebagai alat manajemen stres yang relatif hemat biaya dalam budi daya ikan nila intensif. Temuan tersebut juga dinilai berpotensi mendukung peningkatan standar kesejahteraan dan produktivitas pada operasi akuakultur.

