JAKARTA, KOMPAS.TV – Industri musik Indonesia berduka atas kepergian penyanyi Vidi Aldiano. Vidi meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) dalam usia 35 tahun, setelah berjuang melawan kanker ginjal selama kurang lebih enam tahun.
Sepanjang kariernya, Vidi dikenal sebagai salah satu solois pria yang konsisten menghadirkan karya pop. Lagu-lagunya tidak hanya populer, tetapi juga kerap memuat cerita personal yang kuat. Berikut dua lagu yang disebut menjadi bagian penting perjalanan karier sekaligus warisan musikal Vidi Aldiano.
1. Nuansa Bening (2008)
“Nuansa Bening” menjadi debut yang mengangkat nama Vidi di industri musik Indonesia. Lagu ini merupakan versi remake dari karya Keenan Nasution, namun dibawakan Vidi dengan interpretasi pop modern yang saat itu mudah diterima generasi muda.
Pada Mei 2025, lagu ini sempat menjadi sorotan karena sengketa hak cipta. Keenan Nasution bersama Rudi Pekerti menggugat Vidi di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat terkait dugaan pelanggaran izin distribusi digital serta komersialisasi di 31 pertunjukan, dengan tuntutan ganti rugi Rp24,5 miliar. Namun pada 19 November 2025, majelis hakim menolak seluruh gugatan dan memenangkan Vidi Aldiano.
2. Status Palsu (2009)
Lagu “Status Palsu” memperkuat posisi Vidi sebagai solo penyanyi pria papan atas. Mengusung genre R&B, lagu ini menampilkan sisi musikalitas Vidi yang berbeda dibanding lagu balada sebelumnya.
Video klipnya yang menampilkan Fitri Tropica dengan konsep humor turut menarik perhatian publik. Beberapa tahun kemudian, “Status Palsu” kembali viral setelah Boiyen menyanyikan penggalannya dengan gaya dangdut saat tampil bersama Vidi di acara PodHub.

