BERITA TERKINI
Warga Breach Candy Protes Jalan Tol Pesisir Mumbai yang Memutar Lagu “Jai Ho”

Warga Breach Candy Protes Jalan Tol Pesisir Mumbai yang Memutar Lagu “Jai Ho”

MUMBAI — Ratusan warga di Breach Candy, salah satu kawasan paling mewah di Mumbai, memprotes fitur “jalan musik” di ruas jalan tol tepi laut Coastal Road yang baru dibuka. Mereka menilai keberadaan musik yang diputar dari permukaan jalan telah mengganggu aktivitas harian dan mengubah lingkungan tempat tinggal menjadi tidak nyaman.

Ruas yang dipersoalkan dirancang untuk memutar lagu “Jai Ho”, lagu berirama yang memenangkan Oscar dari film Slumdog Millionaire. Pemerintah setempat menyebut fitur tersebut sebagai yang pertama di India dan ditujukan untuk mendorong keselamatan berkendara.

Berbeda dengan praktik di sejumlah negara lain yang umumnya menempatkan jalan musik di area berpenduduk jarang, ruas di Mumbai ini melintasi Breach Candy, kawasan yang dikenal sebagai tempat tinggal industrialis, bintang Bollywood, dan sejumlah selebritas.

Warga setempat menyatakan seruan “Jai Ho”—yang secara kasar berarti “semoga ada kemenangan”—terdengar berulang kali dari pukul 06.00 hingga tengah malam. Lebih dari 650 keluarga menandatangani pengaduan resmi yang mendesak pihak berwenang menghentikan musik tersebut. Dalam pengaduan itu, mereka menggambarkannya sebagai “kebisingan latar belakang yang mengganggu” dan menyebut dampaknya menimbulkan penderitaan yang signifikan.

Menurut pengaduan tersebut, melodi itu disebut “masuk ke rumah-rumah”, sehingga banyak penghuni menutup jendela untuk menghalangi suara dari jalan.

Konsep jalan musik pertama kali dipelopori di Jepang pada 2007 dan sejak itu diterapkan di berbagai negara, termasuk Hongaria, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. Di Mumbai—pusat keuangan India—pejabat kota mempromosikan proyek ini sebagai perpaduan teknik dan hiburan, sekaligus langkah pengamanan.

Secara teknis, para insinyur membuat alur di aspal yang bekerja seperti piringan hitam raksasa. Ketika kendaraan melintas dengan kecepatan sekitar 45–50 mph (70–80 km/jam), getaran yang dihasilkan membentuk melodi yang digubah musisi India, AR Rahman. Jika kendaraan melaju terlalu cepat, getaran disebut menjadi tidak nyaman, sehingga diharapkan mendorong pengemudi memperlambat laju. Rambu-rambu dipasang sebelum segmen tersebut untuk memberi peringatan sekaligus menginformasikan kecepatan yang diperlukan agar musik terdengar.

Segmen sepanjang 500 meter itu diresmikan pada 11 Februari oleh Kepala Menteri Maharashtra Devendra Fadnavis, yang menyebutnya sebagai “contoh inovasi”. Pihak berwenang mempertahankan fitur tersebut dengan alasan dapat membantu menjaga kewaspadaan pengemudi dan memperkuat disiplin kecepatan.

Namun, warga menolak klaim itu. Dalam pengaduan yang ditujukan kepada komisaris kota Mumbai dan juga dikirimkan ke kantor kepala menteri Maharashtra, mereka menyoroti potensi bahaya keselamatan, termasuk apa yang mereka sebut sebagai “gangguan pendengaran di jalan raya berkecepatan tinggi”.