BERITA TERKINI
West Java Contemporary Dance Festival ke-5 Angkat Jejak Pencak Silat dalam Koreografi Kontemporer

West Java Contemporary Dance Festival ke-5 Angkat Jejak Pencak Silat dalam Koreografi Kontemporer

West Java Contemporary Dance Festival (WJCDF) memasuki tahun ke-5 dengan mengangkat Pencak Silat Tradisi ke ranah seni tari kontemporer. Kegiatan ini digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat melalui Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Kebudayaan Daerah Jawa Barat.

Rangkaian acara berlangsung pada Rabu, 26 November 2025, di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Jalan Bukit Dago Selatan. Festival tahun ini mengusung tema “Membaca Jejak Pencak Silat dalam Koreografi Kontemporer Jawa Barat”.

Kurator kegiatan, Dr. Alfiyanto, SSen, MSn, menjelaskan bahwa pencak silat menjadi bagian penting dalam proses penciptaan karya tari kontemporer para koreografer.

Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini menampilkan enam koreografer muda Jawa Barat yang dinilai konsisten menunjukkan kreativitas dalam berkesenian, khususnya di bidang tari. Koreografer Angga mengangkat seni gerak pencak silat dari aliran Paguron Panglipur Pamager. Antari membawakan pencak silat dari Pamager Kencana, sementara Sagara mengolah aliran gerak dari Sagara Budhi Kencana.

Selain itu, aliran pencak silat Pasir Ipis dibawakan oleh koreografer Nur Fitriyani P. Koreografer Wajiwa mengangkat Pencak Silat Tirta Puja Siliwangi. Adapun aliran Pencak Silat Persatuan Sanggar Seni Sabah ditampilkan oleh koreografer Suhaimi Magi dan Faizul.

Kepala UPTD Pengembangan Kebudayaan Daerah Jawa Barat, Ary Heriyanto, SSTP, MM, menyampaikan harapan agar WJCDF tahun ini tidak hanya menjadi pertunjukan yang layak diapresiasi, tetapi juga menjadi sarana dialog artistik. Menurutnya, festival ini diharapkan dapat menumbuhkan ruang silaturahmi, refleksi, dan inovasi dalam lanskap seni pertunjukan Jawa Barat.