Sebanyak 11 tim dipastikan ambil bagian dalam Festival Musik Patrol Ramadan yang digelar Jawa Pos Radar Mojokerto. Para peserta telah mengikuti technical meeting (TM) pada Rabu (5/3) di aula Jawa Pos Radar Mojokerto untuk mematangkan persiapan sekaligus memahami petunjuk teknis pelaksanaan lomba.
Dalam TM tersebut, perwakilan dewan juri Kukun Triyoga mengingatkan peserta agar mencermati aturan, termasuk pembagian waktu tampil. Setiap tim mendapat total waktu 10 menit, dengan rincian 5–7 menit untuk penampilan dan sekitar tiga menit untuk penataan alat musik serta atribut.
Kukun juga menekankan pentingnya ekspresi dan kreativitas dalam sajian patrol. Menurutnya, penilaian tidak hanya berfokus pada permainan musik, tetapi juga aspek ekspresif yang membuat penampilan lebih menghibur.
Koordinator panitia Festival Musik Patrol Ramadan, Ahmad Basuni, menjelaskan kegiatan tahun ini mengusung tema “Tradisi Sahur, Kreasi Tanpa Batas”. Festival dijadwalkan berlangsung di Lumina Atrium Sunrise Mall 2 Mojokerto pada Selasa (10/3) pukul 19.30.
Basuni menyebut setiap grup hanya diperbolehkan menggunakan alat musik nonelektronik dan tidak bernada. Lagu yang dibawakan bersifat bebas selama sesuai tema Ramadan. Bentuk sajian dapat berupa musik, vokal, maupun dialog.
Setiap kelompok diwajibkan mengenakan busana yang rapi, sopan, kreatif, dan bernuansa Ramadan. Satu tim terdiri dari 7 hingga 10 peserta. Penilaian akan mengacu pada tiga aspek, yakni teknik musik dan vokal, kreativitas dan harmonisasi, serta penampilan dan kekompakan.
Setelah pembahasan teknis selesai, peserta melakukan pengundian untuk menentukan nomor urut tampil. Panitia menyiapkan apresiasi bagi pemenang berupa trofi, piagam, dan uang pembinaan. Basuni menyampaikan, penghargaan diberikan untuk enam kategori, yakni juara 1, 2, dan 3, serta juara harapan 1 dan 2.

