BERITA TERKINI
Alasan Belanja Bisa Membuat Bahagia, Menurut Penjelasan Psikologis

Alasan Belanja Bisa Membuat Bahagia, Menurut Penjelasan Psikologis

Banyak orang mengaku merasa lebih bahagia setelah berbelanja. Pada sebagian orang, aktivitas ini bahkan kerap dianggap sebagai “terapi” untuk memperbaiki suasana hati.

Dikutip dari Cleveland Clinic, psikolog klinis Scott Bea, PsyD menyebut penelitian menunjukkan ada nilai psikologis dan terapeutik dari belanja, selama dilakukan dalam jumlah yang cukup dan tetap terkendali.

Lalu, mengapa belanja bisa membuat hati senang? Mengacu pada penjelasan dari WebMD, ada beberapa alasan yang kerap dikaitkan dengan efek emosional dari aktivitas belanja.

1. Membantu merasa memegang kendali
Kesedihan umumnya berkaitan dengan perasaan tidak mampu mengendalikan apa yang terjadi dalam hidup. Para ahli menyebut, membuat pilihan saat berbelanja dapat membantu seseorang kembali merasa memiliki kendali atas hidupnya.

Sebuah penelitian juga menemukan bahwa membeli barang yang disukai bisa 40 kali lebih efektif dalam memberi rasa kendali dalam hidup.

2. Memberi dorongan kebahagiaan
Kunjungan ke mal atau menjelajah toko online dapat memunculkan dorongan emosional dan psikologis. Belanja disebut dapat memicu pelepasan hormon dopamin di otak yang membuat seseorang merasa lebih baik.

Setelah itu, dopamin dapat membuat seseorang terdorong untuk terus mencari hal-hal lain yang juga menimbulkan perasaan menyenangkan.

3. Mengalihkan perhatian dari hal yang membuat sedih
Pergi keluar rumah untuk berbelanja bisa menjadi cara mengalihkan perhatian dari situasi yang memicu kesedihan. Pajangan berwarna-warni di mal dapat membawa seseorang menjauh sejenak dari realitas yang sedang dihadapi.

Efek serupa juga bisa terjadi pada belanja online. Tampilan produk yang dikurasi secara menarik dapat mengalihkan fokus dari perasaan sedih.

4. Menabung untuk belanja bisa terasa terapeutik
Bukan hanya aktivitas membeli, proses menabung untuk mendapatkan suatu barang juga bisa menimbulkan rasa antusias karena ada sesuatu yang dinantikan. Hal ini disebut dapat menghasilkan pelepasan dopamin dari waktu ke waktu.

Meski dapat memberi rasa bahagia, belanja tetap perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak lepas kendali. Jika tidak terkontrol, belanja justru bisa menimbulkan kerugian, seperti menjadi boros hingga memicu kecanduan.