Amad Diallo menceritakan bagaimana keyakinannya berperan dalam rutinitas dan persiapannya sebelum bertanding bersama Manchester United. Pemain asal Pantai Gading itu mengatakan ia lebih memilih mendengarkan lantunan Al-Qur’an ketimbang musik menjelang pertandingan.
Diallo, yang menyebut dirinya sebagai Muslim yang taat, mengawali hari dengan berdoa dan beribadah di rumah. Ia juga pernah menjalani pertandingan pada bulan Ramadan serta menghadiri acara berbuka puasa untuk staf di Carrington beberapa tahun lalu.
Dalam Podcast Carrington, Diallo menjelaskan kebiasaannya sejak pagi hari. “Biasanya, saya bangun sangat pagi dan melakukan peregangan di rumah,” ujarnya. Setelah berdoa, ia menyesuaikan asupan makanan berdasarkan jadwal pertandingan. Jika laga dimainkan sekitar pukul 12.00, ia sarapan, sedangkan bila pertandingan berlangsung lebih sore, ia membawa makan siang.
Diallo mengatakan, menjelang kick-off ia memilih mendengarkan Al-Qur’an melalui audio. Menurutnya, kebiasaan itu memberi energi sekaligus ketenangan. “Kemudian, sebelum pertandingan, saya suka mendengarkan Al-Qur’an, karena itu memberi saya banyak energi. Ini lebih tentang agama, jadi saya lebih suka mendengarkan Al-Qur’an daripada mendengarkan musik,” kata Diallo.
Ia menambahkan suasana yang dirasakannya saat mendengarkan Al-Qur’an cenderung tenang dan santai. “Suasananya sangat tenang dan santai, Anda tahu. Anda bisa merasakannya,” ujarnya. Meski terkadang mendengarkan musik, Diallo menegaskan ia lebih sering memilih Al-Qur’an. “Kadang-kadang saya mendengarkan musik, tetapi berkali-kali saya mendengarkan Al-Qur’an. Itu adalah hal yang saya sukai,” katanya.
Musim ini menjadi tahun kelima Diallo sebagai bagian dari Manchester United. Pemain berusia 23 tahun tersebut bergabung pada Januari 2021 dari Atalanta, lalu sempat menjalani masa peminjaman ke Rangers dan Sunderland.
Pada musim ini, Diallo telah tampil dalam 22 pertandingan untuk Manchester United dengan catatan dua gol dan tiga assist.

