Program seni bertema “Sore Hari di Tanah Airku” digelar di panggung terbuka tepi Sungai Perfume, Hue, pada sore 28 Februari. Dalam suasana hangat sore musim semi yang cerah, melodi-melodi karya mendiang komposer Trinh Cong Son kembali bergema di ruang yang sarat kenangan.
Sejumlah penyanyi lintas generasi yang lekat dengan musik Trinh Cong Son turut tampil, di antaranya Cam Van, Ha Le, Duc Tuan, dan Tan Son.
Acara dibuka oleh penyanyi Quynh Pham yang membawakan “Quynh Huong” dengan sentuhan jazz, menghadirkan nuansa segar. Setelah itu, Ha Le memberikan kejutan lewat aransemen pop yang lebih bersemangat untuk lagu “Hue - Saigon - Hanoi,” menghadirkan warna berbeda pada lagu yang sudah akrab di telinga penonton.
Di panggung yang sederhana, Tan Son tampil sambil memegang gitar dan memulai lagu ulang tahun untuk Trinh Cong Son. Tanpa pertunjukan berlebihan, alunan yang minimalis itu disebut membawa penonton lebih dekat dengan semangat asli musik sang komposer.
Suasana menjadi hening ketika Cam Van melantunkan “Ha Trang” (Musim Panas Putih). Lirik-lirik yang familiar menggema di udara sore, dan momen itu membuat sebagian penonton meneteskan air mata.
Tak sekadar menjadi pertunjukan, acara ini juga menjadi ruang bagi para pecinta musik untuk bernyanyi bersama. Area taman dipadati penonton; sebagian duduk di rumput, sementara lainnya berdiri di sepanjang jalan setapak, menyimak setiap penampilan.
Saat lagu-lagu seperti “Diem Xua,” “Con Tuoi Nao Cho Em,” dan “Mua Hong” dibawakan, suasana disebut berubah menjadi panggung bersama. Penyanyi di atas panggung dan suara penonton menyatu dalam nyanyian.
Menutup acara, keluarga mendiang musisi, para penyanyi, dan ratusan penonton bergandengan tangan dan menyanyikan “Connecting Hands in a Great Circle.” Lirik tentang keterhubungan dan berbagi bergema di sepanjang Sungai Perfume saat matahari terbenam, menciptakan momen emosional.
Pertunjukan musik Trinh Cong Son di taman yang memakai namanya disebut rutin digelar pada peringatan hari kelahiran atau hari wafat sang komposer, melalui kerja sama keluarga dengan pemerintah Kota Hue. Acara malam itu dibuka gratis untuk publik dan menjadi ajang pertemuan akrab bagi warga Hue maupun wisatawan.
Delapan puluh tujuh tahun setelah kelahirannya, karya-karya Trinh Cong Son masih dinyanyikan di tanah kelahirannya, menjadi bagian dari kenangan dan jiwa Hue.

