BERITA TERKINI
Enam Lagu Vidi Aldiano yang Dikenang, dari “Nuansa Bening” hingga “Tak Bisa Bersama”

Enam Lagu Vidi Aldiano yang Dikenang, dari “Nuansa Bening” hingga “Tak Bisa Bersama”

Vidi Aldiano meninggal dunia pada usia 35 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal. Sepanjang kariernya di industri musik Indonesia, ia meninggalkan sejumlah karya yang dikenal luas melalui empat album, termasuk lagu-lagu yang menjadi penanda perjalanan musikalnya.

Kisah Vidi di musik populer Tanah Air menguat sejak album debut Pelangi di Malam Hari (2008), yang melahirkan hit “Nuansa Bening.” Lagu tersebut merupakan versi baru dari karya yang lebih dulu dirilis pada 1978 dan dibawakan Keenan Nasution. Dalam aransemen Vidi bersama J-Flow, “Nuansa Bening” hadir dengan nuansa lebih segar dan kekinian.

Sebelum merilis album debutnya, Vidi memulai langkah awal dengan mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim ketiga pada 2006. Ia kemudian membangun karier profesional sebagai penyanyi dan terus merilis album hingga karya terakhirnya, Senandika, yang memuat sejumlah kolaborasi, salah satunya “Tak Bisa Bersama” bersama Prilly Latuconsina. Video klip lagu itu di YouTube tercatat mendulang hampir 10 juta penayangan, menjadi salah satu capaian tertinggi dalam kariernya.

Dalam unggahan di akun Instagram terverifikasi pada Desember 2025, Vidi sempat menuliskan refleksi tentang perjuangannya melawan kanker selama enam tahun. Ia menyampaikan terima kasih atas pelajaran yang ia dapatkan, sekaligus berharap bisa segera berpisah dari kanker ginjal. Kini, Vidi telah berpulang, sementara karya-karyanya tetap dikenang.

Berikut enam lagu Vidi Aldiano yang kerap disebut sebagai bagian dari warisan musiknya.

1. “Nuansa Bening” (feat. J-Flow)
“Nuansa Bening” dikenal sebagai lagu yang telah lama hidup di ingatan pendengar Indonesia. Versi aslinya dibawakan Keenan Nasution dalam album Di Batas Angan-angan dan disebut berada di urutan ke-27 dalam daftar 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone. Di tangan Vidi dan J-Flow, lagu ini dibawakan dengan warna yang lebih segar, termasuk sisipan rap yang memperkuat karakter versi barunya.

2. “Status Palsu”
Lewat “Status Palsu,” Vidi menampilkan tema pergolakan batin karena cinta yang dijalani setengah hati tanpa harus larut dalam aransemen melankolis. Lagu ini dibalut nuansa groovy dengan sentuhan R&B, sementara liriknya menyimpan sisi getir yang kontras dengan irama yang terasa ringan.

3. “Datang dan Kembali”
Dalam album Yang Kedua, Vidi merilis “Datang dan Kembali,” sebuah lagu yang merefleksikan optimisme bahwa cinta yang sempat pergi masih mungkin kembali. Video klipnya menampilkan Maudy Ayunda sebagai model, dan lagu ini kerap disebut tetap terasa relevan meski telah berlalu bertahun-tahun sejak dirilis.

4. “Lupakan Mantan”
Masih dari album Yang Kedua, “Lupakan Mantan” menjadi single keempat dengan tema move on yang tidak selalu mudah. Liriknya disampaikan dari sudut pandang pacar baru. Video klipnya menampilkan Dahlia Poland dan Arief Muhammad, yang dikenal dengan nama Poconggg Juga Pocong.

5. “Tak Bisa Bersama” (feat. Prilly Latuconsina)
Vidi juga dikenal lewat sejumlah duet, termasuk “Tak Bisa Bersama” bersama Prilly Latuconsina dalam album Senandika. Lagu ini mengangkat kisah cinta yang terhalang perbedaan keyakinan, dengan lirik yang menegaskan pergulatan untuk menentukan arah hubungan. Kolaborasi Vidi dan Prilly disebut menghadirkan chemistry yang terasa natural.

6. “Bertahan Lewati Senja”
“Bertahan Lewati Senja” memperlihatkan Vidi sebagai singer-songwriter, dengan lirik yang menekankan keteguhan untuk tidak menyerah saat hidup terasa berat. Lagu ini memuat keyakinan bahwa gelap akan berlalu dan terang akan datang, yang diulang pada bagian akhir sebagai penegasan pesan optimistis.

Kepergian Vidi Aldiano menutup perjalanan hidupnya, namun lagu-lagu yang ia tinggalkan terus menjadi bagian dari ingatan pendengar dan lanskap musik Indonesia.