BERITA TERKINI
Film "Laut Bercerita" Angkat Kisah Aktivis yang Diculik dan Pencarian Keluarga di Akhir Orde Baru

Film "Laut Bercerita" Angkat Kisah Aktivis yang Diculik dan Pencarian Keluarga di Akhir Orde Baru

Film Laut Bercerita diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori dan mengangkat kisah para aktivis mahasiswa yang menjadi korban penculikan serta penyiksaan pada masa Orde Baru. Cerita berfokus pada tokoh Biru Laut, seorang aktivis yang dikenal vokal menentang kekuasaan, dalam latar akhir 1990-an.

Melalui perjalanan Biru Laut, film ini menyoroti situasi politik yang represif dan berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang menyertai perjuangan mahasiswa melawan rezim otoriter. Tragedi penculikan dan penghilangan paksa yang dialami Biru Laut menjadi inti narasi, memperlihatkan bagaimana aktivisme pada masa itu berhadapan dengan risiko kekerasan dan hilangnya kebebasan.

Narasi film dibangun dari dua sudut pandang. Bagian pertama mengikuti aktivitas Biru Laut hingga peristiwa penculikannya. Bagian kedua berpindah ke perspektif keluarga, terutama adiknya, Asa Karang, yang berusaha mencari jawaban atas hilangnya sang kakak.

Di sisi keluarga, film menggambarkan pencarian panjang yang dilakukan orang-orang terdekat Biru Laut. Orang tuanya, keluarga Wibisono, serta kekasihnya, Ratih Anjani, digambarkan terus berupaya menemukan kebenaran dan tetap meyakini Biru Laut masih hidup. Pencarian itu berlangsung bertahun-tahun tanpa henti, menegaskan dampak penghilangan paksa yang tidak hanya menimpa korban, tetapi juga meninggalkan luka berkepanjangan bagi keluarga.

Novel yang menjadi dasar film ini disebut lahir dari riset panjang Leila S. Chudori, termasuk wawancara dengan saksi, korban penghilangan paksa, dan keluarga yang terdampak tragedi serupa. Adaptasi filmnya mempertahankan fokus pada sisi emosional aktivisme, relasi keluarga, dan upaya mencari keadilan.