Penyanyi Ghea Indrawari dipercaya terlibat dalam proyek Honor of Kings Indonesia untuk menghadirkan lagu tema eksklusif bagi skin Haya Nyi Roro Kidul. Ghea membawakan sekaligus ikut menulis lagu berjudul Jantung Samudra, yang menjadi soundtrack utama kolaborasi tersebut.
Melalui unggahan di Instagram, Ghea menyampaikan kebahagiaannya bisa terlibat dalam proyek ini. “Merasa sangat terhormat bisa jadi penyanyi kolaborasi untuk skin Nyi Roro Kidul di Honor of Kings,” tulisnya.
Lagu Jantung Samudra disebut memadukan unsur mitologi, kekuatan perempuan, dan nuansa laut dalam balutan musik pop modern. Salah satu penggalan lirik, “Ombak lautan memanggilku. Sembuhkan luka yang mengutuk tanah ini,” menghadirkan laut sebagai simbol kekuatan, kedalaman emosi, dan penyembuhan.
Video musik Jantung Samudra diunggah di YouTube pada 1 Maret, menampilkan Ghea dengan kostum yang merepresentasikan sosok penguasa pantai selatan. Dalam video tersebut, turut ditampilkan animasi karakter dari skin Haya Nyi Roro Kidul.
Rangkaian kegiatan terkait kolaborasi ini juga mencakup acara bertajuk Musik Dari Samudra yang digelar pada 28 Februari 2026 dan menampilkan Ghea. Selain itu, penggemar disebut berkesempatan bertemu Ghea dalam HOK Flow Carriage Concert di TMII. Ghea juga mengajak penggemar mengikuti Make Up Challenge Nyi Roro Kidul, dengan lima pemenang terpilih mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengannya.
Skin Haya Nyi Roro Kidul sendiri resmi dirilis pada 26 Februari 2026. Dalam deskripsinya, karakter tersebut digambarkan sebagai pelindung yang menyembuhkan penyakit dan membawa keseimbangan di lautan, dengan sosok penguasa laut yang tenang namun memiliki kekuatan besar.
Dari sisi produksi, Jantung Samudra melibatkan sejumlah nama dalam tim kreatif. Andrew Joscha Sinaga tercatat sebagai produser musik, arahan vokal ditangani Kamga, sementara proses mixing dan mastering dikerjakan Dimas Pradipta di Sum It! Studio Jakarta dengan bantuan Carlo Jogi.
Secara musikal, lagu ini menghadirkan nuansa megah khas Nusantara melalui perpaduan orkestra dan sentuhan etnik. Vokal Ghea disebut diperkuat sisipan bahasa Jawa, seperti “Kawula rawuh ngreksa keseimbangan,” yang memberi warna tersendiri pada tema mitologi yang diangkat.

