Gorillaz merilis film pendek berdurasi delapan menit berjudul “The Mountain, The Moon Cave & The Sad God”. Film ini disutradarai oleh Jamie Hewlett dan diluncurkan bertepatan dengan perilisan album studio kesembilan mereka, ‘The Mountain’, yang resmi keluar pada 27 Februari melalui label milik band tersebut, Kong.
Album ‘The Mountain’ disebut lahir dari periode personal yang intim bagi Damon Albarn dan Hewlett. Sebagian proses rekaman dilakukan di India, saat keduanya melakukan perjalanan untuk mencari ketenangan setelah kepergian ayah masing-masing. Pengalaman itu kemudian diterjemahkan ke dalam narasi fiksi khas Gorillaz, menampilkan Murdoc, Russel, 2D, dan Noodle yang digambarkan berkeliling dunia untuk menemukan apa yang mereka sebut sebagai “musik mistis”.
Film “The Mountain, The Moon Cave & The Sad God” digarap Hewlett bersama Max Taylor dan Tim McCourt dari studio animasi THE LINE yang berbasis di London. Adegan pembuka film disebut mengingatkan pada nuansa petualangan klasik ala The Jungle Book, dengan iringan lagu utama album. Dalam ceritanya, para karakter animasi Gorillaz berada di India, memilih menjauh dari gemerlap pop internasional untuk menyelami ritme serta warna musik lokal.
Dari sisi tema, album ini berfokus pada kematian dan proses penyembuhan. Dalam konteks tersebut, The Mountain menghadirkan kolaborator lintas generasi, termasuk suara dari sejumlah musisi mendiang seperti Tony Allen, Mark E. Smith dari The Fall, rapper Proof dari D12, Dennis Hopper, Bobby Womack, serta Dave Jolicoeur dari De La Soul. Kehadiran mereka digambarkan memberi dimensi emosional yang kuat, seolah merayakan warisan dan pengaruh yang terus hidup.
Selain itu, album ini juga melibatkan sejumlah nama lain seperti IDLES, Sparks, Yasiin Bey, Gruff Rhys, Paul Simonon dari The Clash, Anoushka Shankar, dan Johnny Marr. Ragam kolaborator tersebut memperlihatkan luasnya spektrum musikal Gorillaz, dari punk dan elektronik hingga sentuhan world music.
Sejumlah media musik turut memberi respons positif terhadap ‘The Mountain’. Lirik-lirik Albarn dinilai menyentuh sisi reflektif tentang kehilangan dan koneksi antarmanusia.

