BERITA TERKINI
Guns N’ Roses dan Sejumlah Musisi Tolak Lagu Dipakai dalam Dokumenter "Melania"

Guns N’ Roses dan Sejumlah Musisi Tolak Lagu Dipakai dalam Dokumenter "Melania"

JAKARTA — Produser film dokumenter Melania, Marc Beckman, mengungkap adanya kendala dalam menyusun daftar musik untuk proyek yang mengangkat kisah hidup Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump. Menurut Beckman, sejumlah musisi menolak karya mereka digunakan dalam film tersebut, termasuk band rock Guns N’ Roses.

Dalam wawancara dengan Variety, Beckman mengatakan upaya mendapatkan izin penggunaan lagu Guns N’ Roses gagal karena tidak ada kesepakatan bulat di antara para personelnya. Ia menyebut ada unsur politik yang turut memengaruhi keputusan tersebut.

“Ada musik yang coba kami dapatkan, tetapi sayangnya, ada unsur politik di dalamnya. Sebagai contoh, para personel Guns N’ Roses terpecah secara politik,” ujar Beckman.

Beckman menjelaskan, salah satu personel sempat memberi persetujuan, namun anggota lainnya menolak. Karena lisensi musik membutuhkan persetujuan seluruh pemegang hak cipta, rencana memasukkan lagu Guns N’ Roses pun batal. “Ada lagu indah yang ingin kami gunakan, dan salah satu dari mereka berkata, ‘Ambil saja. Silahkan.’ Namun, yang lainnya pada dasarnya mengatakan, ‘Tidak mungkin.’ Kami butuh persetujuan semua orang,” katanya.

Penolakan dari Guns N’ Roses, terutama terkait sikap vokalis Axl Rose, disebut bukan hal baru. Dalam satu dekade terakhir, Axl Rose kerap melontarkan kritik terhadap Donald Trump melalui media sosial. Pada 2018, ia juga menuding tim kampanye Trump memanfaatkan celah hukum untuk memutar lagu band tersebut di rapat umum tanpa izin.

Selain Guns N’ Roses, Beckman menyebut pihak ahli waris Prince juga menolak permintaan penggunaan karya mendiang musisi itu. Pengacara yang mengelola kekayaan Prince menegaskan sang legenda tidak akan mengizinkan karyanya dikaitkan dengan Donald Trump. Beckman mengaku sempat berargumen bahwa film tersebut berfokus pada Melania, bukan suaminya, namun penolakan tetap diberikan.

Penyanyi asal Jamaika, Grace Jones, juga disebut termasuk dalam daftar musisi yang menolak. Beckman menyatakan film ini tidak bersifat politis, tetapi Jones disebut tetap tidak dapat melewati “hambatan politik” terkait proyek tersebut.

Dokumenter yang disutradarai Brett Ratner itu dilaporkan mencatatkan rekor sebagai dokumenter dengan hak siar termahal setelah dibeli Amazon senilai 40 juta dolar AS. Meski menghadapi sejumlah penolakan, Beckman menyebut soundtrack film tetap memuat karya dari nama-nama besar seperti Michael Jackson, Aretha Franklin, dan Elvis Presley.

Beckman juga mengklaim telah mendapatkan restu dari Mick Jagger untuk penggunaan karya tertentu. Namun, perwakilan The Rolling Stones menyatakan hak atas lagu tersebut secara teknis dimiliki oleh perusahaan ABKCO.