BERITA TERKINI
Isyana Sarasvati Perkenalkan ABADHI sebagai Babak Pamungkas EKLEKTIKO, Simbol Mata Merah Picu Perdebatan

Isyana Sarasvati Perkenalkan ABADHI sebagai Babak Pamungkas EKLEKTIKO, Simbol Mata Merah Picu Perdebatan

Jakarta — Isyana Sarasvati kembali menjadi perbincangan publik setelah memperkenalkan konsep musik terbarunya yang menampilkan simbol mata berwarna merah. Simbol tersebut muncul dalam pengumuman ABADHI, proyek yang disebut sebagai bagian terakhir dari rangkaian album EKLEKTIKO.

Pada 2 Februari 2026, Isyana mengumumkan ABADHI melalui video di kanal YouTube resminya. Dalam keterangan video itu, ia menyebut ABADHI sebagai penutup dari era EKLEKTIKO. “Tetaplah teguh. Dengarkan. Segala yang Anda terima saat ini dilakukan dengan sengaja. ABADHI hadir sebagai babak pamungkas EKLEKTIKO. Otoritas tertinggi. Era keabadian telah dimulai,” bunyi keterangan tersebut.

Video pengumuman menampilkan visual simbol mata merah serta sosok yang mewakili karakter ABADHI. Sosok itu menyampaikan pesan bernada misterius kepada pendengar. “Jangan bergerak. Aku ABADHI. Ini adalah pesan penting,” ucapnya, sebelum menyebutkan bahwa Isyana akan menghidupkan karakter tersebut sepenuhnya pada Februari 2026 sebagai fase penutup dari era sebelumnya.

Dalam narasi yang sama, ABADHI disebut sebagai “babak terakhir dari EKLEKTIKO” dan “ambang batas sebelum masuk ke ranahku.” Pesan itu juga diakhiri dengan ajakan agar pendengar bersiap dan mempertanyakan segalanya sebelum “menyeberang.”

Tidak lama setelah pengumuman tersebut, Isyana merilis lagu baru berjudul “Babel” pada 5 Februari 2026. Langkah ini dinilai sebagai cara yang tidak biasa dalam memperkenalkan karya musiknya di industri musik Tanah Air.

Namun, konsep visual yang menyertai ABADHI memunculkan respons beragam di media sosial. Sejumlah warganet menilai arah musik Isyana kini sangat kontras dibanding citranya di masa lalu, terutama ketika ia dikenal lewat karya pop. Perbincangan mengenai konsep musik dan rencana konser Isyana pun ramai di platform Threads.

Salah satu warganet mengaku lebih menyukai gaya Isyana sebelumnya. “Gara-gara thread sebelah penasaran liat lha iya ko bener (ada simbol mata), padahal dulu suka banget lagu Isyana yg pop indo, sejak beda genre udah mulai kurang suka ternyata kesini arahnya,” tulis akun @gitarendani.

Di sisi lain, ada pula warganet yang mengaitkan simbol mata dalam konsep ABADHI dengan isu satanisme. Seorang pengguna media sosial menuliskan pengalamannya menonton sebuah podcast yang membahas keberadaan aliran tertentu, lalu menghubungkannya dengan perubahan preferensi artistik Isyana. Warganet yang sama juga menilai perubahan tersebut semakin terlihat jelas dalam karya-karya terbaru.

Penggunaan simbol mata satu sendiri bukan hal baru di industri hiburan global. Dalam konteks visual, simbol ini kerap merujuk pada Eye of Providence atau All-Seeing Eye, yang sering dikaitkan dengan beragam teori konspirasi. Secara umum, simbol tersebut digambarkan sebagai mata dengan pancaran cahaya atau ditempatkan dalam elemen segitiga maupun piramida.

Dalam berbagai video musik dan penampilan panggung musisi dunia, simbol mata satu acap ditafsirkan sebagai representasi okultisme hingga simbol pengawasan absolut. Meski memicu kontroversi, banyak musisi juga menegaskan penggunaan simbol semacam itu sebagai elemen estetika untuk memperkuat narasi dan identitas visual karya yang mereka usung.