BERITA TERKINI
Isyana Sarasvati Ramai Dituding Terkait Sekte Satanik Usai Rilis Visual Mata Satu, Ini Perjalanan Transformasi Musiknya

Isyana Sarasvati Ramai Dituding Terkait Sekte Satanik Usai Rilis Visual Mata Satu, Ini Perjalanan Transformasi Musiknya

Nama Isyana Sarasvati belakangan ramai dibicarakan di media sosial setelah merilis visual promosi album terbarunya berupa mata satu berwarna merah. Visual tersebut memicu beragam spekulasi warganet, termasuk tuduhan bahwa Isyana bergabung dengan sekte satanik.

Di tengah ramainya perbincangan itu, perjalanan Isyana sebagai musisi menunjukkan transformasi yang panjang, termasuk perubahan arah musik dan visual yang menyertainya.

Isyana dikenal memiliki latar belakang pendidikan musik yang kuat. Ia merupakan lulusan Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) di Singapura dan Royal College of Music di Inggris. Bekal tersebut disebut membentuk kemampuan teknisnya, termasuk dalam bernyanyi seriosa serta menyusun komposisi musik.

Ketika mulai dikenal luas di industri musik Indonesia pada 2014, Isyana populer lewat lagu-lagu pop dan R&B yang mudah diterima pasar, seperti “Keep Being You” dan “Tetap Dalam Jiwa”. Namun seiring waktu, ia mulai menampilkan kecenderungan musikal yang berbeda dari fase awal kariernya.

Perubahan besar terlihat pada 2019 saat Isyana merilis album Lexicon. Di periode ini, gaya musiknya bergeser menjadi perpaduan unsur klasik, teatrikal, dan progressive rock. Arah tersebut berlanjut hingga perilisan album ISYANA pada 2023.

Perubahan genre yang makin kompleks dan keras turut diiringi pergeseran konsep visual. Penampilan panggung, gaya busana, video musik, hingga desain album Isyana tampil lebih gelap, eksentrik, dan misterius.

Dalam konteks itu, simbol mata satu pada proyek terbarunya disebut sebagai ekspresi artistik untuk melengkapi tema musik dan konsep visual yang dibangun. Visual tersebut digambarkan sebagai bagian dari kebutuhan karya yang dirancang oleh tim kreatif.

Perbincangan warganet menunjukkan bagaimana elemen visual musisi bisa memunculkan tafsir beragam. Karena itu, karya artistik kerap dinilai perlu dilihat secara lebih objektif agar tidak langsung disimpulkan sebagai sesuatu yang terkait narasi tertentu tanpa bukti.