BERITA TERKINI
JER 2026 Padukan Tradisi Liturgi dengan Musik Modern dan Visual Digital Berbasis AI

JER 2026 Padukan Tradisi Liturgi dengan Musik Modern dan Visual Digital Berbasis AI

Jakarta Eucharistic Revival (JER) 2026 menghadirkan kemasan berbeda dalam gelaran yang berlangsung di Plenary Hall JICC Senayan, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan yang digelar Keuskupan Agung Jakarta ini menyuguhkan perpaduan musik modern dengan visual digital imersif berbasis kecerdasan buatan untuk memperkuat suasana perenungan.

Dalam penyajiannya, JER 2026 menggabungkan tradisi liturgi dengan aransemen musik sinematik. Sejumlah bagian transisi juga diberi sentuhan EDM sebagai upaya menjangkau generasi muda, khususnya Gen Z.

Music Director JER 2026, Sinyo Luntungan, menjelaskan musik dipilih sebagai medium penting untuk menyampaikan pesan Ekaristi. Ia menyebut pendekatan sinematik digunakan karena sudah akrab di telinga publik melalui skor film.

“Musik yang kami usung adalah cara agar semua audiens bisa menikmati pesan yang disampaikan melalui dimensi nada,” kata Sinyo dalam konferensi pers.

Menurut Sinyo, unsur EDM disisipkan untuk menyesuaikan dengan tren dan menjembatani selera audiens muda. Meski demikian, ia menegaskan lirik yang digunakan tetap bersumber dari Kitab Suci dan ajaran resmi gereja.

Ketua Pelaksana JER 2026, Henny Santoso, menambahkan seluruh lirik merujuk pada teks Scriptural dan Magisterium Teaching. Ia juga menyebut salah satu inspirasi diambil dari ensiklik Paus Fransiskus yang menekankan kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, visual berbasis AI yang ditampilkan melalui layar raksasa menggambarkan perjalanan sejarah keselamatan, mulai dari penciptaan hingga terang Kristus. Panitia berharap pendekatan audio-visual ini membantu peserta memahami pesan yang disampaikan.

Dari sisi pengembangan musik, Seksi Acara JER 2026, Romo Yustinus Ardianto Pr, menyampaikan lagu-lagu yang dibawakan saat ini masih masuk kategori musik rohani. Ke depan, lagu-lagu tersebut berpeluang berkembang menjadi bagian dari musik liturgi apabila diterima luas oleh umat.

JER 2026 juga disebut sebagai bagian awal menuju Tahun Ekaristi yang akan dicanangkan tahun depan. Panitia menyatakan konsep tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan berikutnya di tengah perkembangan era digital.