Band funk asal Bali, Kids Forever, resmi memperkenalkan diri ke lanskap musik Indonesia melalui single debut berjudul “Broken Crown” yang dirilis pada Maret. Lagu ini menjadi penanda awal perjalanan mereka sebagai proyek musik yang berangkat dari persahabatan lama dan semangat berkarya tanpa batas.
Kids Forever terbentuk dari tongkrongan di sebuah skate park di kawasan Kerobokan, Bali. Dari ruang santai tersebut, muncul gagasan untuk menyatukan sejumlah musisi yang aktif di skena musik Bali dalam satu proyek yang mengedepankan kejujuran, kebebasan, dan energi.
Formasi band ini mempertemukan Yosua Putra dari The Nameks, Donee Sura dari Modjorido, Aulya dari The Bardogs, serta Momo Wewengkang dari The Island Souls. Pertemuan lintas band itu melahirkan warna musik funk yang disebut liar dan mentah, namun tetap solid dengan karakter masing-masing personel.
“Broken Crown” menjadi langkah pembuka yang menonjol dengan tema tentang ambisi yang meledak, kebebasan yang kebablasan, serta ego yang menolak untuk tunduk. Lagu ini memotret sosok anti-hero modern yang terus melaju demi mengejar kuasa dan euforia, sekaligus menyadari bahwa setiap pilihan membawa konsekuensi.
Melalui “Broken Crown”, Kids Forever menghadirkan materi yang mereka posisikan sebagai anthem bagi jiwa-jiwa bebas. Debut ini sekaligus menandai upaya mereka membawa semangat dari Bali untuk menjangkau skena musik yang lebih luas di Indonesia.

