JAKARTA — Musisi peraih Grammy, Laufey, kembali menarik perhatian lewat interpretasi ulang lagu klasik Joni Mitchell, “Both Sides Now”. Lagu yang pertama kali dirilis pada 1969 itu dibawakan Laufey dalam sesi Piano Room Month di BBC Radio 2.
Tampil di Maida Vale Studios, London, Laufey menghadirkan aransemen orkestra yang terdengar megah, namun tetap menjaga nuansa intim. Dalam penampilan tersebut, ia didampingi BBC Concert Orchestra yang memberi dimensi baru pada komposisi karya Mitchell.
Selain membawakan “Both Sides Now”, Laufey juga menampilkan single terbarunya “How I Get”, serta “Lover Girl” dari album studio ketiganya, “A Matter Of Time”, yang dirilis tahun lalu.
“How I Get” dijadwalkan masuk dalam versi deluxe album tersebut bertajuk “A Matter Of Time: The Final Hour”, yang direncanakan meluncur pada 10 April mendatang.
Album “A Matter Of Time” turut mengukuhkan posisi Laufey di industri musik global setelah ia meraih Grammy untuk kategori Best Traditional Pop Vocal Album. Pencapaian itu mengulang keberhasilannya lewat album “Bewitched” pada 2023.
Dalam keterangannya mengenai proses kreatif album “A Matter Of Time”, Laufey menyebut ada sisi kerentanan yang lebih dalam yang ia tuangkan. Ia menggambarkan album itu sebagai perjalanan emosional yang intens, dari harapan hingga kecemasan dalam sebuah hubungan.
“Ada bagian dari diri saya yang muncul di album ini, yang tidak berani saya keluarkan pada beberapa album terakhir,” kata Laufey, dikutip NME, Jumat, 27 Februari. “Urutan album ini dimulai dengan harapan dan sedikit rasa takut akan cinta—seperti kencan pertama. Kemudian seiring berjalannya album, ia semakin jatuh ke dalam kecemasan, dan akhirnya hancur,” sambungnya.
Saat ini, Laufey menjalani rangkaian tur arena di Eropa dan Inggris, termasuk jadwal tampil dua malam di The O2, London. Agenda panggungnya juga dipastikan bertambah setelah ia terkonfirmasi akan tampil di Coachella 2026 pada musim semi mendatang serta Rock In Rio di Brasil pada September.
Di luar musik, Laufey juga memperluas aktivitasnya ke dunia literasi melalui rencana perilisan buku berjudul “Mei Mei The Bunny” pada 21 April. Buku tersebut mengisahkan seekor kelinci kecil yang memiliki ambisi menyebarkan kebahagiaan lewat musik.

