BERITA TERKINI
Makna Lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” Chrisye Kembali Disorot Lewat Versi Duet

Makna Lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” Chrisye Kembali Disorot Lewat Versi Duet

Lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata kembali menjadi perbincangan setelah dihadirkan dalam versi duet Cakra Khan bersama almarhum Chrisye. Karya ini dikenal sarat pesan spiritual dan refleksi tentang kehidupan manusia, terutama terkait pertanggungjawaban atas perbuatan.

Lagu tersebut disebut terinspirasi dari Surat Yasin ayat 65, yang menggambarkan momen ketika manusia tidak lagi mampu mengelak. Dalam penggambaran itu, mulut “dikunci”, sementara tangan dan kaki menjadi saksi atas apa yang pernah dilakukan sepanjang hidup.

Potongan liriknya menegaskan suasana tersebut, antara lain: “Akan datang hari / Mulut dikunci / Kata tak ada lagi” dan “Berkata tangan kita / Tentang apa yang dilakukannya / Berkata kaki kita / Kemana saja dia melangkahnya.” Melalui rangkaian kata yang sederhana, lagu ini menempatkan tubuh sebagai pengingat bahwa tindakan manusia meninggalkan jejak yang kelak dimintai pertanggungjawaban.

Di momentum Ramadan, lagu ini kembali digaungkan sebagai pengingat tentang tanggung jawab moral. Pesannya menekankan bahwa setiap langkah memiliki konsekuensi, dan sekecil apa pun perbuatan akan tercatat. Dalam kerangka itu, lagu mengajak pendengarnya memasuki suasana introspektif yang tenang namun menghanyutkan.

Selain berbicara tentang hari pembalasan, lagu ini juga memuat ajakan untuk refleksi sejak masih menjalani kehidupan. Introspeksi diposisikan sebagai langkah awal sebelum penyesalan datang, sekaligus pengingat untuk berpikir sebelum bertindak.

Makna “kesaksian tubuh” menjadi salah satu inti lagu. Ketika manusia tak lagi mampu berbicara, anggota tubuh justru menjadi bukti atas apa yang pernah dilakukan. Pesan ini mempertegas gagasan bahwa tidak ada perbuatan yang benar-benar tersembunyi, baik maupun buruk, karena pada akhirnya semuanya akan terungkap.

Lagu ini juga disebut sebagai titik balik perjalanan spiritual Chrisye. Ia tidak hanya menyanyikannya, tetapi juga menghayati pesan yang dibawanya. Dengan hadirnya versi duet lintas generasi, karya tersebut menghadirkan kembali suara Chrisye dalam format baru, sementara nilai spiritualnya tetap menjadi inti yang dipertahankan.