BERITA TERKINI
Menbud Fadli Zon Dukung Peringatan Hari Musik Nasional, Dorong Dangdut Ikut Tampil

Menbud Fadli Zon Dukung Peringatan Hari Musik Nasional, Dorong Dangdut Ikut Tampil

Hari Musik Nasional diperingati setiap 9 Maret sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya musik Indonesia serta kontribusi para musisi. Peringatan ini menjadi momentum bagi masyarakat dan insan musik untuk merayakan karya kreatif bangsa.

Tanggal 9 Maret dipilih untuk menghormati Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Penetapan tersebut diperkuat melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013.

Hari Musik Nasional pertama kali diperingati pada 2012 setelah diresmikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sejak itu, perayaan ini menjadi agenda tahunan yang diikuti musisi, pencipta lagu, dan pencinta musik di berbagai daerah.

Menjelang peringatan tahun ini, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menerima audiensi Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas rencana peringatan Hari Musik Nasional yang akan digelar di sejumlah daerah dengan semangat kolaborasi dan penguatan kebudayaan nasional.

Dalam audiensi itu, Sekretaris Jenderal PAPPRI Dwiki Darmawan menyampaikan bahwa PAPPRI merupakan penggagas Hari Musik Nasional sejak 27 Februari 1986 dan terus menjaga konsistensi peringatannya selama lebih dari dua dekade. PAPPRI, menurutnya, bertanggung jawab menjaga semangat apresiasi musik Indonesia tetap hidup.

Fadli Zon menyatakan dukungannya terhadap inisiatif PAPPRI dalam menghidupkan ekosistem musik nasional dan mendukung agenda yang telah direncanakan. Ia juga menyambut baik rencana pelaksanaan peringatan di Banten pada 9 Maret serta di Taman Ismail Marzuki pada 15 April, termasuk dorongan agar unsur musik dangdut turut hadir dalam rangkaian acara.

Peringatan tahun ini disesuaikan dengan momentum Ramadan. Puncak acara pada 9 Maret akan dipusatkan di Gedung Negara, Serang, Banten, dengan melibatkan Dewan Pimpinan Daerah PAPPRI se-Indonesia. Sejumlah talenta lokal bernuansa religius seperti Terbang Gede, Genjring Zikir, Rudat, dan salawat dijadwalkan mengisi perayaan sebagai gambaran kekayaan musik Nusantara.