Penyanyi Raisa mengungkapkan musik menjadi “penyelamat” utama yang membantunya bertahan melewati fase hidup yang berat selama setahun terakhir. Pengakuan itu disampaikan saat ia bersiap menggelar konser tunggal bertajuk Raisa Live in Concert: Love & Let Go yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.
Dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026), Raisa menggambarkan periode yang ia jalani belakangan ini seperti berada di wahana rollercoaster. Ia merujuk pada rentetan peristiwa personal yang menjadi sorotan, termasuk perceraian dengan Hamish Daud pada Desember 2025 serta wafatnya sang ibu pada November 2025 akibat kanker paru-paru stadium 4.
Raisa mengatakan, musik hadir di banyak momen yang ia rasakan sulit. Baginya, proses berkarya tidak semata tuntutan profesi, melainkan cara untuk bertahan dan meringankan beban yang ia rasakan.
Ia menyebut aktivitas seperti menciptakan lagu, mendengarkan musik, hingga membagikan karya kepada orang lain menjadi ruang untuk bercerita sekaligus terhubung dengan mereka yang mungkin memiliki pengalaman serupa. Menurutnya, hal itu membantu meringankan perjalanan hidupnya yang belakangan terasa naik turun.
Terkait konser yang akan datang, Raisa menilai proyek tersebut hadir pada waktu yang tepat. Ia menyebutnya sebagai berkah karena memberinya kesempatan menyalurkan kepenatan dan emosi yang selama ini dipendam.
Meski dikemas secara megah, pertunjukan itu disebut dirancang agar tetap terasa personal dan intim. Raisa menilai konser ini sebagai salah satu proyek yang memang ia butuhkan.

