Marabahan—Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Marabahan menghadirkan program pembinaan baru berupa pengajaran alat musik panting bagi warga binaan, Kamis (26/2). Kegiatan yang digelar di aula Rutan Marabahan ini menjadi upaya pengembangan potensi diri sekaligus pelestarian budaya lokal Kalimantan Selatan.
Program tersebut disaksikan langsung Kepala Rutan Marabahan I Wayan Tapa Diambara bersama jajaran pejabat struktural sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pembinaan. Panting merupakan alat musik tradisional khas suku Banjar yang memiliki nilai sejarah dan filosofi dalam budaya daerah.
Melalui pembelajaran ini, warga binaan tidak hanya dikenalkan pada teknik dasar memainkan panting, tetapi juga diajak memahami makna budaya yang melekat pada instrumen tersebut. Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti arahan dan mempraktikkan petikan nada yang diajarkan.
I Wayan Tapa Diambara mengatakan program ini ditujukan untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya daerah kepada warga binaan. “Selain Warga Binaan mendapat bekal keterampilan yang bernilai, mereka juga diajarkan budaya daerah yang perlu kita lestarikan dan kenalkan ke masyarakat luas,” ujarnya.
Pengajaran musik panting dipandu Kepala Subseksi Pengelolaan, Ferry Maydani, yang memiliki pengalaman di bidang seni musik tradisional. Menurut Ferry, pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan peserta. “Kami melihat Warga Binaan yang memiliki keterampilan dan bakat untuk memainkan alat musik. Dari sini kami ajarkan alat musik panting secara perlahan dan bertahap agar mereka dapat menerima pembelajaran dengan baik,” katanya.
Salah seorang warga binaan berinisial MF mengaku tertarik mengikuti program tersebut. “Saya sungguh tertarik untuk belajar memainkan alat musik panting dan tidak menyangka berkesempatan memperoleh pelajaran tersebut di sini. Saya akan berusaha untuk tekun mempelajarinya,” tuturnya.
Rutan Marabahan berharap program pembinaan musik panting dapat berlanjut dan menjadi wadah kegiatan yang produktif serta berkelanjutan bagi warga binaan.

