Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti pentingnya penyediaan ruang ekspresi bagi grup musik independen (indie) di Kota Semarang. Ia menilai musisi indie memiliki hak yang sama dengan pelaku kesenian lainnya untuk memperoleh panggung dan berkontribusi memperkaya khazanah seni di Ibu Kota Jawa Tengah.
Hal itu disampaikan Samuel dalam diskusi bersama para pelaku musik yang tergabung dalam Semarang Creative Consortium di Semarang, Jumat (27/2). Menurutnya, potensi yang dimiliki musisi indie merupakan kekayaan yang perlu diberi ruang agar dapat berkembang.
Berdasarkan hasil serap aspirasi yang ia lakukan, Samuel menyebut keresahan utama musisi indie di Semarang bukan semata persoalan penghasilan atau materi untuk menyokong hidup. Ia mengatakan para pelaku musik justru lebih membutuhkan ruang untuk mengekspresikan karya mereka, sementara kebutuhan tersebut dinilai belum terpenuhi secara maksimal di Semarang.
Samuel menilai koordinasi dan komunikasi menjadi kunci untuk menjawab persoalan ini. Ia melihat sejumlah wadah pekerja seni di Semarang masih berjalan sendiri-sendiri tanpa sinkronisasi yang kuat. Ia menyebut beberapa organisasi, antara lain Semarang Creative Consortium, Dewan Kesenian Semarang (Dekase), dan Komite Ekonomi Kreatif.
Ia mendorong komunitas-komunitas tersebut untuk duduk bersama dan membangun komunikasi yang solid sebelum menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kota Semarang. Samuel juga menyatakan komitmennya untuk membantu menjembatani komunikasi antara pelaku seni daerah dengan pemerintah pusat, termasuk dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, terkait persoalan yang dihadapi para pelaku seni musik.

