BERITA TERKINI
Spotify: Streaming Musik Religi di Indonesia Naik Hampir Dua Kali Lipat Selama Ramadan

Spotify: Streaming Musik Religi di Indonesia Naik Hampir Dua Kali Lipat Selama Ramadan

Spotify mengungkap adanya perubahan kebiasaan mendengarkan pengguna di Indonesia selama bulan Ramadan. Berdasarkan data Spotify, streaming musik bernuansa religi meningkat hampir dua kali lipat pada bulan Ramadan dibandingkan dengan minggu sebelum bulan suci dimulai pada tahun lalu.

Selain musik, konsumsi podcast juga tercatat meningkat, terutama pada rentang waktu pukul 06.00 hingga 08.00. Dalam keterangan pers pada Kamis (5/3/2026), Spotify menilai pola tersebut menunjukkan kecenderungan masyarakat mendengarkan musik religi untuk menemani momen refleksi, sementara podcast dimanfaatkan sebagai panduan spiritual atau teman di pagi hari yang lebih tenang.

Seiring perubahan pola mendengarkan selama Ramadan, tim editorial Spotify menyesuaikan kurasi playlist agar selaras dengan dinamika sosial dan kegiatan ritual yang berlangsung sepanjang bulan. Lead Music Editor Spotify Indonesia, Dimas Ario, menyebut data membantu membaca pola, namun pemahaman konteks budaya diperlukan untuk memahami maknanya.

“Data membantu kami melihat pola kebiasaan mendengarkan, tapi pemahaman dari konteks budayalah yang menjelaskan makna dari pola tersebut. Ramadan itu sangat personal, tetapi juga kolektif. Memahami kedua hal ini memungkinkan kami untuk melakukan kurasi playlist yang relevan dengan berbagai momen yang pengguna alami selama Ramadan,” ujar Dimas.

Menurut Spotify, suasana dan kebutuhan musik selama Ramadan juga berbeda-beda tergantung momennya, mulai dari persiapan sahur, acara buka puasa bersama, hingga perjalanan mudik Lebaran. Karena itu, kurasi Ramadan disusun berdasarkan momen nyata dan perubahan ritme interaksi sosial sepanjang bulan.

Dimas menambahkan, selama Ramadan pendengar cenderung memilih musik yang lebih tenang dan reflektif. Ia juga menyoroti pengaruh dinamika sosial dan budaya terhadap naiknya streaming genre tertentu, termasuk lagu-lagu nostalgia yang dinilai lebih relevan saat momen kebersamaan.

Di luar sisi spiritual, Ramadan juga menjadi waktu untuk kembali terhubung dengan orang-orang terdekat melalui tradisi buka puasa bersama atau bukber. Spotify menilai setiap kelompok pertemanan memiliki “soundtrack” tersendiri yang melekat pada pengalaman bersama.

“Fenomena bukber ini mempertemukan orang-orang dari berbagai fase kehidupan dimana setiap grupnya memiliki soundtrack tersendiri. Kami hadirkan perasaan tersebut lewat playlist nostalgia seperti Terbaik 2000an dan Ngetren 2010an yang bisa membangkitkan kenangan bersama. Di sisi lain, bagi pendengar yang memilih untuk menjalani Ramadan dengan tenang dan lebih reflektif, kami juga mengkurasi playlist seperti Sejuknya Ramadan dan Ramadan Kamu 2026. Hal ini kami lakukan untuk menciptakan suasana yang lebih bermakna dan selaras dengan bulan suci Ramadan,” jelas Dimas.

Setiap tahun, Spotify juga menghadirkan Ramadan Hub yang memuat kumpulan playlist serta video podcast bertema Ramadan dalam satu tempat. Spotify menyebut minat pada podcast selama Ramadan turut meningkat, mencakup konten religi dan spiritual, edukasi, hingga komedi.

“Pada dasarnya, kurasi Ramadan berangkat dari intensi yang kuat. Proses ini membutuhkan pemahaman konteks budaya dan emosi dari apa yang pengguna dengarkan. Peran kami adalah memastikan bahwa konten yang ditemukan terasa selaras dengan momennya, sehingga musik dan podcast dapat menjadi pendamping yang tepat bagi para pengguna,” tutur Dimas.