BERITA TERKINI
Thái Bảo Dampingi Perjalanan Musik Putranya, Bao Anh Taruki, dari Klarinet hingga Saksofon

Thái Bảo Dampingi Perjalanan Musik Putranya, Bao Anh Taruki, dari Klarinet hingga Saksofon

Seniman Rakyat Thái Bảo dikenal tumbuh dalam keluarga dengan tradisi seni. Dalam mendampingi putranya, Bao Anh Taruki, ia memilih cara yang lembut: membimbing tanpa memaksakan jalan yang harus diambil anaknya di dunia musik.

Dalam keterangannya kepada VietNamNet, Thái Bảo mengatakan ia selalu dekat dan terlibat langsung dalam mendidik putranya. Sementara itu, ayah Bao Anh, Seniman Berjasa Anh Tuan, disebut menjadi sosok yang tegas sebagai pilar keluarga. Menurut Thái Bảo, keseimbangan tersebut membantu Bao Anh tumbuh dalam suasana yang hangat sekaligus disiplin.

Bao Anh Taruki kemudian menempuh pendidikan musik dan lulus dengan gelar klarinet dari Akademi Musik Nasional. Namun, sebagai anak dari dua seniman ternama, ia tak lepas dari tekanan, termasuk perbandingan dan harapan yang tidak selalu terucapkan. Situasi itu sempat membuatnya ingin lepas dari bayang-bayang keluarga.

Dari pengalaman tersebut, Bao Anh belajar mengubah tekanan menjadi motivasi. Alih-alih mengikuti jalur bernyanyi, ia memilih beralih ke saksofon—sebuah pilihan yang ia jalani sebagai jalan yang unik, menantang, sekaligus memberinya ruang kebebasan.

Tak banyak yang mengetahui, ketertarikan Bao Anh pada musik disebut bermula saat ia duduk di kelas 7, ketika ia mendengar melodi dari gim Final Fantasy. Bagi dirinya, musik kala itu bukan sekadar rangkaian bunyi, melainkan pintu menuju dunia baru tempat ia mulai menemukan jati diri.

Perjalanan dari klarinet ke saksofon, dari masa pendidikan di Akademi Musik Nasional hingga panggung profesional, disebut selalu ditemani kehadiran sang ibu. Thái Bảo digambarkan tidak mencampuri secara berlebihan, tetapi juga tidak pernah meninggalkan putranya.

Salah satu momen yang paling diingat adalah ketika Thái Bảo memeluk putranya dan menangis tersedu-sedu di atas panggung saat peluncuran produk musik pertama Bao Anh. Momen itu dipahami sebagai ungkapan emosional seorang ibu sekaligus penanda perjalanan pertumbuhan anaknya—dari sosok yang nyaman dalam lingkungan keluarga menjadi seniman yang berani melangkah keluar dan menyampaikan kisahnya sendiri.

Di sisi lain, Bao Anh menyatakan ia memandang label sebagai putra Seniman Rakyat Thái Bảo sebagai kebanggaan. Meski demikian, ia tetap berupaya agar karyanya diakui atas nama dan identitasnya sendiri.

Baru-baru ini di Hanoi, Bao Anh Taruki menggelar konser bertajuk Melody of Life, yang disebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan artistiknya. Konser berdurasi lebih dari dua jam itu menampilkan 17 lagu dan digambarkan sebagai dialog lembut antara musik dan kenangan, membawa penonton menelusuri kembali masa kanak-kanak serta ruang emosi yang tersimpan.

Momen yang disebut paling emosional pada malam itu adalah penampilan Melody of Life, sebuah melodi yang dikaitkan dengan Final Fantasy VI—yang juga disebut sebagai titik awal tumbuhnya kecintaan Bao Anh pada musik saat remaja. Konser tersebut tidak menekankan klimaks dramatis, melainkan mengandalkan ketulusan untuk membangun kedekatan dengan penonton, dengan musik yang dipandang mampu melampaui batas bahasa.

Seiring waktu, Bao Anh Taruki perlahan disebut semakin dikenal sebagai seniman independen dengan karakter yang khas. Dalam perjalanan itu, Thái Bảo tidak hanya hadir sebagai ibu, tetapi juga sebagai penonton pertama yang menyaksikan setiap langkah pertumbuhan anaknya—dari nada awal hingga panggung yang lebih besar—dengan relasi yang juga diikat oleh pemahaman dan minat yang sama terhadap seni.