BERITA TERKINI
Usai “EGP” Viral, Sundanis Rilis Single “Bad Mood” untuk Lepas dari Tekanan Ekspektasi

Usai “EGP” Viral, Sundanis Rilis Single “Bad Mood” untuk Lepas dari Tekanan Ekspektasi

Jakarta — Nama Sundanis sempat ramai diperbincangkan di dunia digital berkat tawa khas dan frasa “EGP” yang merupakan singkatan dari “Emang Gue Pikirin”. Ungkapan tersebut berkembang menjadi fenomena viral, diputar jutaan kali, dan melekat kuat sebagai identitasnya sepanjang 2025.

Di balik popularitas itu, musisi hip hop asal Bandung ini justru menjadikannya bahan refleksi. Ia menilai viralitas semata tidak cukup untuk menjaga keberlanjutan karier musiknya dalam jangka panjang.

“Aku menyadari, tawa viral saja nggak cukup untuk menjaga karier musik dalam jangka panjang,” kata Sundanis.

Alih-alih mengulang formula yang sama demi mempertahankan perhatian publik, Sundanis memilih mengambil arah berbeda. Ia mengakui ada ekspektasi tinggi setelah keberhasilan “EGP”, termasuk tekanan untuk kembali viral. Namun, ia tidak ingin terjebak dalam bayang-bayang karya sebelumnya.

Keputusan itu membawanya kembali pada fondasi bermusik dengan pendekatan penulisan yang lebih jujur, spontan, dan mengalir. Prinsip tersebut menjadi dasar lahirnya single terbaru berjudul “Bad Mood”.

Proses kreatif “Bad Mood” disebut berlangsung singkat. Dalam hitungan jam, lirik dan notasi diselesaikan. Sundanis menilai insting serta pengalaman panjangnya sejak debut pada 2007 menjadi modal yang membuatnya percaya diri menuntaskan lagu dengan cepat.

Menurutnya, proses yang cepat justru menjaga keaslian rasa. Ia memilih tidak terlalu menghitung potensi respons pasar dan merekam ide yang dirasa kuat secara organik tanpa rekayasa berlebihan.

Dalam penggarapannya, tantangan utama bukan pada aspek teknis produksi, melainkan pada pemilihan rekan duet. Sundanis menilai lagu ini membutuhkan sudut pandang perempuan agar emosi yang disampaikan terasa lebih utuh.

Pilihan tersebut akhirnya jatuh kepada Uiendha, model asal Bandung yang dinilai memiliki energi berbeda. Kehadiran Uiendha disebut memberi warna baru bagi dinamika lagu.

“Harus ada chemistry agar lagunya terasa hidup dan menyatu sempurna,” ucap Sundanis.

Jika “EGP” identik dengan sikap santai dan perayaan rasa cuek, “Bad Mood” menghadirkan sisi yang lebih personal. Lagu ini memadukan hip hop dengan sentuhan etnik Sunda, menjadi ruang eksplorasi emosional yang menunjukkan spektrum lain dari karakter musikal Sundanis.

Single “Bad Mood” dijadwalkan rilis pada akhir Februari. Melalui lagu ini, Sundanis menegaskan perjalanannya tidak berhenti pada satu momen viral, sekaligus menjadikannya cara mengubah suasana hati yang buruk menjadi karya yang tetap menyenangkan dan memberi dampak.