Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi dan penulis lagu Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) sore.
Informasi tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan komposer Andi Rianto di media sosial. Melalui Insta Story di akun Instagram pribadinya, Andi Rianto menuliskan pesan singkat, “Selamat Jalan, Vidi Aldiano,” disertai simbol bunga mawar.
Tak lama berselang, pesan dari pihak keluarga juga beredar kepada awak media. Dalam pesan itu disebutkan bahwa Vidi Aldiano telah meninggal dunia pada Sabtu sore. “Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO,” demikian bunyi pesan tersebut.
Keluarga turut menyampaikan bahwa Vidi mengembuskan napas terakhir pada pukul 16.33 WIB dengan didampingi keluarga besar. “Vidi wafat di dampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Alloh SWT, 7 Maret jam 16:33. Selamat Jalan Menuju Cahaya Ilahi Nak,” lanjut isi pesan itu.
Kepergian Vidi membuat publik kembali menengok perjalanan hidup dan karier musisi yang telah lebih dari satu dekade mewarnai industri musik pop Tanah Air. Pemilik nama lengkap Oxavia Aldiano ini dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, juri kompetisi menyanyi, sekaligus podcaster.
Pria kelahiran Jakarta, 29 Maret 1990 itu mulai dikenal luas sejak merilis album debutnya pada 2008. Sejak awal kemunculannya, Vidi lekat dengan lagu-lagu pop romantis yang mudah diterima pendengar, termasuk “Nuansa Bening” dan “Status Palsu”.
Vidi lahir dari keluarga yang memiliki kedekatan dengan dunia musik. Ayahnya, Harry Aprianto Kissowo, merupakan pengusaha di bidang teknologi audio dan pemilik perusahaan perangkat speaker V8Sound. Sementara ibunya, Besbarini, dikenal sebagai guru piano. Dari garis keluarga ayah, Vidi merupakan cucu penyanyi keroncong legendaris asal Semarang, S. Darsih Kissowo.
Ketertarikan Vidi pada musik terlihat sejak kecil. Ia mulai belajar piano pada usia tiga tahun dengan bimbingan ibunya. Selain itu, ia juga mempelajari biola saat masih duduk di sekolah dasar. Ia disebut gemar menyanyikan jingle iklan televisi hingga menirukan lantunan adzan. Dalam salah satu catatan perjalanan masa kecilnya, Vidi pernah meraih juara tiga lomba menyanyi anak-anak saat usianya sekitar dua setengah tahun.
Upaya menapaki jalur profesional sempat menemui hambatan. Pada 2006, Vidi mengikuti audisi Indonesian Idol dengan membawakan lagu Glenn Fredly berjudul “Pada Satu Cinta”, namun langkahnya terhenti di babak 100 besar. Meski demikian, ia tetap melanjutkan jalan bermusik hingga akhirnya merilis album debut “Pelangi di Malam Hari” pada 2008.
Album tersebut melahirkan sejumlah lagu populer, di antaranya “Nuansa Bening”, “Status Palsu”, “Cemburu Menguras Hati”, dan “Cinta Jangan Kau Pergi”. Kesuksesan itu membuat namanya semakin diperhitungkan di industri musik Indonesia.
Vidi kemudian merilis album kedua “Yang Kedua” pada 2011, disusul album ketiga “Persona” pada 2016. Album “Persona” berisi 10 lagu dan melibatkan kolaborasi musisi, termasuk Andien. Album itu disebut meraih status Triple Platinum setelah penjualan fisiknya melampaui 250.000 keping pada Januari 2017. Proses mastering album tersebut juga dilakukan di Abbey Road Studios, London.
Pada 2022, Vidi merilis album keempat berjudul “Senandika” yang memuat 10 lagu dan menggambarkan perjalanan hidupnya sejak 2018, termasuk kisah perjuangannya melawan penyakit. Salah satu lagu, “Bertahan Lewati Senja”, disebut menggambarkan proses yang dijalaninya saat menghadapi sakit. Sementara lagu “Dara” menjadi ungkapan cintanya kepada sang istri, Sheila Dara Aisha. Album ini melibatkan sejumlah musisi seperti Ari Renaldi, Laleilmanino, dan Barsena Bestandhi.
Di luar karier, Vidi diketahui menghadapi penyakit serius. Ia didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium 3 sejak akhir 2019. Setelah menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri, kanker tersebut sempat menyebar ke beberapa bagian tubuh. Meski harus menjalani terapi dan kemoterapi rutin setiap tiga minggu, ia tetap aktif berkarya. Pada Desember 2025, Vidi memutuskan hiatus sementara dari dunia hiburan untuk fokus pada pengobatan, termasuk berhenti bernyanyi dan podcast.
Dalam kehidupan pribadi, hubungan Vidi dengan Sheila Dara juga kerap menjadi sorotan. Keduanya pertama kali dekat saat terlibat dalam serial “Stereo” pada 2015. Hubungan mereka sempat berakhir pada 2018, sebelum kembali bersama pada 2020. Pada ulang tahunnya yang ke-31, Vidi melamar Sheila dalam prosesi yang berlangsung pada 1 Desember 2021. Keduanya menikah pada 15 Januari 2022.
Setelah menikah, Vidi juga menerima gelar kehormatan Minangkabau dari Bukittinggi dengan nama Oxavia Aldiano Sutan Sari Alam.
Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. Karya-karyanya yang telah menemani perjalanan musik pop Indonesia selama lebih dari satu dekade pun dikenang oleh pendengarnya.

