Penyanyi dan penulis lagu Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 16.33 WIB. Kepergiannya mengakhiri perjuangan panjang lebih dari enam tahun melawan kanker ginjal stadium 3 yang ia jalani sejak akhir 2019.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh Harry Kiss melalui pesan resmi yang disebarkan pada Sabtu sore. Dalam pesannya, ia menuliskan, “Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO. Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Alloh SWT, 7 Maret jam 16:33. Selamat Jalan Menuju Cahaya Ilahi Nak.”
Vidi meninggal pada usia 35 tahun, atau 22 hari menjelang ulang tahunnya yang ke-36 pada 29 Maret. Kepergiannya juga terjadi bertepatan dengan bulan Ramadhan 1447 H.
Sejumlah figur publik turut menyampaikan duka, di antaranya Deddy Corbuzier, musisi senior Andi Rianto, dan Melly Goeslaw. Melly Goeslaw menuliskan pesan perpisahan, “Udah gak sakit lagi sekarang, meski kepergianmu membuat kami semua kehilangan. Banyak yang sayang Vidi, namun Allah SWT lebih sayang dan tahu yang terbaik untukmu. Karya dan kecintaanmu pada musik akan tetap kami kenang.”
Vidi Aldiano dikenal luas sebagai salah satu penyanyi pop Indonesia. Ia merupakan putra pertama dari pasangan Harry Kiss dan ibunya. Di mata banyak orang, ia dikenal sebagai sosok yang murah senyum, rendah hati, dan tetap bersemangat di tengah kondisi kesehatan yang menurun.
Karier musik Vidi dimulai pada 2008 saat ia merilis album debut Pelangi di Malam Hari melalui label DePic Production. Album tersebut melahirkan lagu “Nuansa Bening” dan “Status Palsu” yang mengangkat namanya di industri musik nasional.
Selama lebih dari satu dekade berkarya, Vidi merilis 4 album studio, 1 mini album, 1 album kolaborasi, serta lebih dari 30 singel. Selain bernyanyi, ia juga aktif sebagai juri kompetisi menyanyi, podcaster, dan wirausahawan. Pada periode terakhir kariernya, ia memiliki label musik sendiri, VA Records, yang menaungi sejumlah rilisan.
Vidi juga sempat berencana merilis album baru pada 2026. Rencana tersebut disebut tetap ia jaga meski kondisi fisiknya terus melemah akibat penyakit.
Perjalanan Vidi melawan kanker bermula pada akhir 2019 ketika tekanan darahnya tiba-tiba meningkat drastis. Setelah menjalani pemeriksaan, termasuk MRI, dokter menemukan kista berukuran 5 sentimeter di ginjal kirinya.
Pada 13 Desember 2019, Vidi menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di Singapura. Operasi berjalan lancar, namun dokter mengingatkan adanya kemungkinan sel kanker yang agresif dapat muncul kembali. Seusai operasi, ia berkomitmen menjalani kontrol kesehatan berkala untuk memantau kondisinya.
Pada September 2023, sel kanker dilaporkan kembali menyebar ke beberapa titik di tubuhnya. Ia kemudian menjalani perawatan intensif setiap tiga minggu untuk menghambat perkembangan penyakit. Di tengah jadwal pengobatan, Vidi masih tampil di hadapan publik dan tetap berkarya, termasuk merilis singel internasional.
Memasuki pertengahan 2025, kondisinya disebut semakin mengkhawatirkan karena kanker menyebar lebih luas. Situasi itu membuatnya mengurangi aktivitas publik secara signifikan. Pada Oktober–November 2025, Vidi mengumumkan hiatus dari dunia hiburan untuk fokus pada pemulihan dan menyampaikan pernyataan di media sosial mengenai tekadnya untuk terus berjuang.
Pada 14 Desember 2025, Vidi mengungkapkan bahwa kankernya telah menyebar ke enam titik berbeda di tubuhnya. Meski demikian, ia tetap menyiapkan album baru yang direncanakan rilis pada 2026.
Kepergian Vidi meninggalkan jejak panjang dalam musik Indonesia. Selama 18 tahun berkarier, ia mewariskan puluhan lagu yang lekat di benak pendengar, termasuk “Nuansa Bening”, “Definisi Bahagia”, dan “Bertahan Lewati Senja”.

